Target Swasembada Gula Dua Tahun, Presiden Prabowo ke Mentan Amran: Jangan Masuk Rumah Sakit
Mentan Andi Amran Sulaiman(Dok Kementerian Pertanian)

PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target tersebut lebih cepat dari proyeksi awal empat tahun dan menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Target itu disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun. Namun setelah berdiskusi, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.

“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyampaikan pesan khusus kepada Mentan Amran yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

“Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” kata Prabowo.

Dirinya menegaskan, percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air. 

“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman,” tegas dia.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus bekerja mengawal berbagai program strategis nasional.

“Saya bangga melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semua bekerja dengan gesit, tidak mengenal istirahat. Bahkan banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras,” tutur Prabowo.

Menanggapi arahan Presiden, Mentan Amran menyatakan siap mempercepat program peremajaan tebu nasional melalui modernisasi budidaya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula. Menurutnya, percepatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

“Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” terang Amran. 

Amran menegaskan Kementerian Pertanian akan terus mengawal percepatan program peremajaan tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *