
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah wajah layanan kesehatan, termasuk di industri laboratorium diagnostik. Menjawab perubahan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk terus memperkuat transformasi digital dan implementasi AI untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menghadirkan pengalaman kesehatan yang lebih personal bagi pelanggan. Andri Hidayat, Direktur Integrated Solution & Diagnostic Prodia, menjelaskan transformasi digital yang dilakukan perusahaan tidak hanya berfokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga pada peningkatan efisiensi operasional, percepatan inovasi, serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
“AI kami manfaatkan sebagai productivity enabler untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik,” ujar Andri saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Pemanfaatan AI di Prodia dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni clinical intelligence untuk mendukung kualitas interpretasi medis serta service intelligence yang memungkinkan pelanggan memperoleh rekomendasi kesehatan yang lebih personal berdasarkan riwayat kesehatannya.
Transformasi tersebut turut didukung oleh budaya inovasi, pengambilan keputusan berbasis data, serta tata kelola dan manajemen risiko yang baik. Namun demikian, Prodia juga menghadapi tantangan berupa keamanan dan privasi data, kepatuhan terhadap regulasi kesehatan, serta peningkatan kompetensi digital sumber daya manusia.
Di bidang diagnostik, Prodia terus memperkuat posisinya sebagai Next-Generation Laboratory dengan menyediakan lebih dari 3.000 jenis pemeriksaan yang didukung teknologi terkini dan laboratorium spesialis seperti Molecular Predictive & Diagnostic Laboratory, Cancer Molecular Laboratory, serta Mass Spectrometry & Separation Science Laboratory.
Andri lebih lanjut memaparkan, hingga 30 Juni 2026, Prodia telah meluncurkan 10 pemeriksaan baru, termasuk berbagai panel berbasis PCR, layanan skrining HPV-DNA High Risk Self Collection, serta pemeriksaan farmakogenomik yang mendukung penerapan precision medicine atau pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik genetik individu.
“Prodia juga terus mengembangkan layanan kesehatan digital melalui aplikasi U by Prodia yang memungkinkan pelanggan melakukan self-assessment, mengakses hasil pemeriksaan secara online, menggunakan layanan telekonsultasi, hingga membeli produk kesehatan melalui fitur health shop,” katanya.
Selain itu, Prodia menghadirkan berbagai platform digital seperti My Referral Lab dan Klinikdigitalku untuk mendukung kebutuhan dokter, fasilitas kesehatan, dan pelanggan korporasi melalui layanan terintegrasi mulai dari penjadwalan pemeriksaan, pelacakan spesimen, hingga rekam medis elektronik (Electronic Medical Records/EMR). Dengan dukungan jaringan laboratorium dan klinik yang luas, tenaga kesehatan profesional, serta layanan Contact Center 24 jam, Prodia optimistis transformasi digital dan pemanfaatan AI akan semakin memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan personal bagi masyarakat Indonesia. (X-6)
