
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan kesiapan jaringan rest area miliknya sebagai titik layanan strategis untuk implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Langkah ini diambil guna memperkuat ekosistem transportasi berkelanjutan di Indonesia.
Dukungan tersebut diwujudkan lewat penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan dalam agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia. Mengangkat tema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional”, peresmian ini berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis (9/7/2026).
Rest Area KM 57A yang dikelola oleh mitra ini merupakan salah satu titik strategis di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Berlokasi di koridor utama mobilitas warga dan jalur logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), rest area ini memegang peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan energi bagi pengguna jalan tol.
Dalam mendukung Biosolar B50 yang merupakan kelanjutan dari program biodiesel B35 dan B40, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan Jasa Marga Group. Koordinasi ini dilakukan demi memastikan kesiapan fasilitas, kelancaran operasional, serta penyaluran yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa kehadiran Biosolar B50 di rest area merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan.
“Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).
Rivan menambahkan, Jasa Marga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnisnya. Hal itu dilakukan melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang responsif terhadap isu keberlanjutan.
“Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” tambah Rivan.
Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik-titik SPBU di koridor rest area ruas Jasa Marga Group lainnya. Pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku dari pemerintah.(H-2)
