Hadapi Kemarau, Cianjur Siagakan Ratusan Pompa Air
CEK LAHAN SAWAH: Tim Dinas TPHP Kabupaten Cianjur mengecek kondisi lahan sawah di tengah ancaman kekeringan saat kemarau.(MI/Benny Bastiandi)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan 500 unit pompa air sebagai upaya antisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian. Pompa air bisa dimanfaatkan para petani ketika debit di irigasi mulai menyusut.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Ali, mengatakan Pemprov Jabar telah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan melalui Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 terhitung 1 Juli-30 September 2026.

“Sejak jauh-jauh hari kami sudah berupaya mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup ekstrem. Kami sudah melaksanakan rapat dengan semua UPTD sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan provinsi terkait antisipasi musim kemarau, terutama pada sektor pertanian,” kata Ali, Kamis (9/7).

Salah satu upaya antisipasi dilakukan DTPHP dengan menyiagakan ratusan pompa air. Ali menyebutkan, DTPHP dan TNI memiliki sekitar 500 unit pompa air. 

“Pompa air ini merupakan bantuan dan hasil kerja sama dengan TNI, mulai dari tingkat Kodim, Koramil, hingga Babinsa. Pompa dapat dimanfaatkan para petani untuk mengambil air dari sumber permukaan yang masih tersedia,” tuturnya.

Pola Tanam 

Di tengah kondisi kemarau, DTPHP sudah mengimbau para petani agar tak memaksakan menanam padi. Sejatinya, petani menanam tanaman yang tak membutuhkan cukup banyak pasokan air.

Ali mencontohkan tanaman yang tahan saat kekeringan antara lain jagung, kacang kedelai, umbi-umbian, maupun mentimun. Namun, secara ekonomis, nilai jual komoditas itu tentu tak akan setinggi gabah atau padi.

“Komoditas tersebut relatif tidak membutuhkan banyak air sehingga lahan tetap produktif selama musim kemarau. Jadi, sebisa mungkin jangan memaksakan menanam padi ketika memasuki musim kemarau karena berpotensi gagal panen,” pungkasnya. (BB/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *