
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah mencapai titik oversupply untuk komoditas daging ayam dan telur.
“Kita ini kalau untuk daging ayam sama telur bukan lagi swasembada, kita ini oversupply. Jadi kita sudah juga mengekspor ke 11 negara dan kita akan terus tingkatkan kuantitasnya,” ucap Sudryono di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (6/7).
Sudaryono mengungkapkan, salah satu market terbesar ekspor komoditas daging ayam dan telur Indonesia adalah Arab Saudi, utamanya untuk kebutuhan ibadah umrah dan haji yang sangat besar.
“Salah satunya adalah market yang besar adalah Arab Saudi kaitannya untuk umrah dan kebutuhan haji kita yang besar,” bebernya.
Selain itu, sambung dia, Tiongkok juga menjadi salah satu pasar besar untuk komoditas ayam khususnya ceker ayam.
Namun demikian, Agung menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan upaya baik jangka pendek, menengah, maupun panjang untuk menjaga keseimbangan supply dan demand ini sehingga harga baik ayam maupun telur di tingkat peternak tidak turun terlalu jauh dari Harga Acuan Pembelian (HAP), tetapi juga tidak lebih rendah dari Harga Pokok Penjualan (HPP).
“Karena nanti kalau lebih rendah dari HPP seperti sekarang, peternak kita tidak bisa berkelanjutan dan produksi kita juga terancam. Nah ini yang kita harus kita jaga. Jadi banyak faktor penyebabnya dari sisi produksi maupun sisi demand,“ bebernya. (E-4)
