Polda NTT Raih Dua Rekor MURI Terapi Kesehatan Mental
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi pelayanan terapi kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat di Kupang, Sabtu (4/7).(MI/PALCE AMALO)

POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi pelayanan terapi kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat. 

Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Aula Polda NTT, Sabtu (4/7).

Dua rekor yang diterima yakni Polda pertama di Indonesia yang menerapkan terapi kesehatan mental menggunakan metode USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) atau bisa juga di sebut Ultimate SBMS (Emotional Freedom Technique) kepada anggota Polri dan masyarakat, serta pelaksanaan terapi kesehatan mental secara seri dengan jumlah peserta terbanyak, yang mencapai 11.663 peserta.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko mengatakan, penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama, melainkan bukti bahwa upaya menghadirkan layanan kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat telah berjalan dengan baik.

“Bagi kami, penghargaan Rekor MURI ini bukan tujuan utama. Ini hanyalah penanda bahwa ada ikhtiar yang sedang kita lakukan bersama untuk menghadirkan manfaat bagi banyak orang,” kata Rudi.

Menurutnya, program terapi kesehatan mental itu bertujuan membantu anggota Polri yang menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas, sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami persoalan psikologis seperti stres, depresi, kehilangan semangat hidup, hingga merasa tidak memiliki harapan.

“Kami ingin menolong anggota Polri yang memikul beban tugas yang berat, sekaligus membantu masyarakat NTT yang sedang berjuang menghadapi persoalan kesehatan mental,” ujarnya.

Rudi mengatakan kesehatan mental yang baik akan melahirkan personel Polri yang lebih kuat, tenang, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih humanis kepada masyarakat. Ia berharap semakin banyak anggota Polri menjadi terapis, pendengar, sekaligus penguat bagi sesama.

“Kami percaya satu orang yang pulih dapat menguatkan keluarganya, satu terapis dapat menyelamatkan banyak kehidupan, dan satu kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan melahirkan ribuan kebaikan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia, Jufransysh Almi Birama, menjelaskan Polda NTT dinobatkan sebagai pemegang dua Rekor MURI setelah berhasil menyelenggarakan terapi kesehatan mental metode USIFT secara berkelanjutan sejak 12 Juni 2026 di 22 satuan kerja Polda NTT.

Sebanyak 11.663 peserta telah mengikuti terapi tersebut dan tercatat secara resmi oleh MURI. “Atas capaian tersebut, Polda NTT resmi tercatat sebagai Polda pertama yang menerapkan terapi kesehatan mental metode USIFT kepada anggota dan masyarakat, serta penyelenggara terapi kesehatan mental secara seri dengan peserta terbanyak,” kata Jufransysh saat membacakan piagam penghargaan.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus menegaskan komitmen Polda NTT dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan kesehatan mental personel dan warga. 

Agus EH dari Yayasan Kesehatan Mental Keluarga menjelaskan terapi metode USEFT) merupakan metode yang bekerja dengan menstimulasi 17 titik meridian pada tubuh untuk membantu menstabilkan kondisi psikologis seseorang.

Menurut Agus, terapi tersebut ditujukan bagi orang yang mengalami kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, hingga stres. Kondisi emosional seperti itu menyebabkan aktivitas gelombang listrik pada otak menjadi tidak teratur.

“Prinsipnya adalah mengetuk 17 titik meridian di dalam tubuh. Ketika seseorang cemas, takut, khawatir atau waswas, gelombang otaknya tidak beraturan. Dengan stimulasi pada 17 titik tersebut, gerakan listrik tubuh atau neurotransmitternya menjadi lebih stabil,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, selain stimulasi pada titik-titik meridian, terapi USEFT juga dipadukan dengan pemberian sugesti positif. Sugesti tersebut berfungsi memperkuat efek terapi sehingga membantu peserta menjadi lebih tenang, rileks, dan memiliki kondisi mental yang lebih baik.

“Ditambah beberapa sugesti positif untuk memperkuat dampak dari stimulasi pada titik-titik meridian tersebut,” katanya.

Agus menambahkan, metode USEFT telah diterapkan dalam program terapi kesehatan mental yang digelar Polda NTT bagi anggota Polri maupun masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup peserta. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *