Konser Xie Na di Beijing Resmi Dibatalkan Usai Dihujat Netizen
Presenter top Tiongkok, Xie Na, terpaksa membatalkan tur konser nasionalnya setelah mendapat kritik tajam dari netizen dan teguran dari media pemerintah setempat.(Instagram)

POPULARITAS besar rupanya tidak cukup kuat untuk membendung amarah netizen di jagat maya Tiongkok. Presenter televisi papan atas Tiongkok, Xie Na, harus menelan pil pahit setelah rencana tur konser nasionalnya berakhir dengan pembatalan dan kritik tajam.

Babak pertama dari tur konsernya yang dijadwalkan berlangsung di Beijing akhir bulan ini resmi dibatalkan secara mendadak. Keputusan ini diambil setelah kemampuan bernyanyi mantan pembawa acara Happy Camp tersebut dicemooh dan dipertanyakan secara daring, bahkan mendapat teguran keras dari media pemerintah.

Pihak promotor konser mengumumkan pembatalan pertunjukan di Beijing sekaligus menjanjikan pengembalian dana penuh bagi para penonton yang telah membeli tiket. Hingga saat ini, Xie Na belum memberikan komentar resmi mengenai pembatalan tersebut.

Kritik mulai memuncak saat Xie Na mengumumkan rencana tur nasionalnya setelah sukses menggelar dua konser di Chengdu pada Mei lalu. Netizen mulai mempertanyakan kualitas vokalnya yang dinilai buruk dan menuduhnya hanya memanfaatkan popularitas teman-teman selebritinya demi meraup keuntungan materi.

Situasi kian menyudutkan Xie Na ketika media pemerintah ikut bersuara. Sebuah artikel dari komite Partai Komunis Provinsi Zhejiang menyebut tur Xie Na memicu kecurigaan bahwa ia tidak sedang mengejar mimpi, melainkan “mengejar keuntungan.”

“Popularitas yang sekadar di permukaan tidak hanya akan gagal menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan, tetapi juga menyebabkan hilangnya kehalusan budaya,” tulis artikel tersebut.

Tak lama berselang, surat kabar pemerintah People’s Daily merilis opini yang menyindir seorang “selebriti populer yang pekerjaan utamanya adalah pembawa acara tetapi kekurangan karya musik terkenal.” Artikel itu menegaskan bahwa mereka yang mendapatkan pengakuan tanpa kemampuan nyata pada akhirnya akan menghadapi masalah.

Menurut Dr. Jian Xu, profesor bidang internet dan budaya pop Tiongkok di Deakin University Australia, reaksi keras publik ini mencerminkan kekesalan masyarakat terhadap selebriti yang dianggap mendulang uang dengan mudah hanya bermodal ketenaran daring. Fenomena ini juga menjadi pelampiasan emosi anak muda Tiongkok atas ketimpangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran pascapandemi.

Meski demikian, aksi pemboikotan ini juga menuai pro dan kontra di kalangan pengguna Weibo.

“Jika Anda tidak menyukainya, jangan datang atau ikuti. Mengapa harus posesif terhadap dompet orang lain?” tulis salah satu pengguna Weibo.

Netizen lain menambahkan, “Jika nyanyiannya buruk dan dia mengadakan konser, dia seharusnya menghadapi konsekuensi pasar, bukan penghinaan pribadi.” (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *