
PT Pertamina Marine Engineering (PME) mencatat lonjakan penyelesaian proyek pada layanan bawah laut sepanjang 2025. Di tengah dinamika industri maritim, perusahaan membukukan realisasi 59 proyek pada segmen Underwater Services atau mencapai 268,75% dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (23/6) di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui laporan tahunan sekaligus mengesahkan laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2025.
Selain layanan bawah laut, dua lini bisnis lainnya, yakni Waste Management dan Dockyard, juga membukukan realisasi yang melampaui target. Untuk memperkuat kemampuan operasional, perusahaan turut merealisasikan investasi berupa Launch Arm Recovery System (LARS) dan Underwater Drone guna mendukung layanan bawah laut.
Direktur PT Pertamina Marine Engineering Heri Santika Permana mengatakan 2025 menjadi periode yang penuh tantangan sekaligus momentum memperkuat kemampuan operasional perusahaan.
“Sepanjang tahun 2025, PME mencatatkan sejumlah capaian penting, khususnya dalam aspek keselamatan kerja, operasional, dan penguatan kapabilitas bisnis. Dari aspek HSSEE, PME berhasil mempertahankan kinerja keselamatan dengan mencatatkan zero accident, 1,18 juta safe man-hours, serta nilai LTIR dan TRIR nihil sepanjang tahun 2025,” ujar Heri seperti dikutip pada Jumat (3/7).
Di sisi keuangan, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp13,32 miliar dengan EBITDA mencapai Rp33,98 miliar. Total aset perusahaan tercatat Rp441,08 miliar, sementara laporan keuangan tahun buku 2025 memperoleh opini audit Wajar Dalam Semua Hal yang Material. Tingkat kesehatan perusahaan juga berada pada kategori Sehat (A) dengan skor 78,26.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menetapkan penggunaan laba, menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2026, serta menyetujui remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental, Dewi Susanti, menilai perusahaan perlu mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan tata kelola dan optimalisasi investasi.
“Kami mengapresiasi kinerja PT Pertamina Marine Engineering, khususnya dalam menjaga aspek keselamatan kerja, meningkatkan kapabilitas bisnis, serta memperkuat sinergi di lingkungan Pertamina Group. Ke depan, PME diharapkan terus memperkuat tata kelola perusahaan, mengoptimalkan investasi, dan menangkap peluang bisnis secara lebih agresif namun tetap terukur,” ujar Dewi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal Bayu Prasetyo mengingatkan agar setiap rencana ekspansi didasarkan pada analisis bisnis yang matang, mulai dari risiko, proyeksi keuntungan, hingga kebutuhan investasi.
Menanggapi masukan tersebut, Heri menyatakan hasil RUPST menjadi pijakan bagi perusahaan untuk memperkuat daya saing melalui peningkatan operasional, tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, serta ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Kepercayaan dan dukungan pemegang saham menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan. PME berkomitmen memperkuat aspek operasional, tata kelola, keselamatan kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Heri. (Z-10)
