
TIM penyelamat di Venezuela mencatat sebuah momen mengharukan. Delapan hari setelah dua gempa dahsyat mengguncang negara itu, seorang pria berusia 43 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup dari bawah reruntuhan gedung tujuh lantai yang ambruk di kawasan pesisir Catia La Mar, Kamis (3/7) waktu setempat.
Ratusan petugas dari berbagai negara yang terlibat dalam operasi pencarian langsung bersorak dan saling berpelukan ketika Hernan Gil, seorang petugas keamanan gedung, akhirnya berhasil dikeluarkan dengan selamat menggunakan tandu. Di tengah terus bertambahnya jumlah korban tewas dan hilangnya harapan menemukan penyintas, keberhasilan itu dianggap sebagai sebuah keajaiban.
“Dia benar-benar mukjizat,” ujar istri Gil, Gusbimar Gonzalez, saat menyaksikan proses penyelamatan suaminya.
Operasi penyelamatan berlangsung sangat rumit. Tim gabungan dari Venezuela, Chile, Amerika Serikat, Portugal, Kosta Rika, El Salvador, dan Meksiko bekerja tanpa henti selama tiga hari untuk menjangkau lokasi korban yang terjebak di bawah puing bangunan.
Selama proses tersebut, petugas menyalurkan lebih dari 10 liter air melalui selang agar Gil tetap terhidrasi. Mereka juga memasang pipa oksigen untuk membantunya bertahan hidup hingga jalur evakuasi berhasil dibuka. Pada tahap akhir operasi, sekitar 30 personel membersihkan puing-puing di area parkir gedung, sementara dua penyelamat menggali terowongan sedalam sekitar tiga meter menuju lokasi korban.
“Menjangkau posisi korban bukan pekerjaan mudah,” kata pemimpin tim penyelamat asal Cile, Cristian Vera.
Keberhasilan menyelamatkan Gil menjadi kabar langka di tengah bencana yang telah menewaskan hampir 2.600 orang. Sebelumnya, seorang bocah berusia tiga tahun juga ditemukan selamat enam hari setelah gempa.
Namun, harapan menemukan lebih banyak penyintas terus menipis seiring berjalannya waktu. Secara umum, peluang seseorang bertahan hidup di bawah reruntuhan akan menurun drastis setelah melewati 72 jam pertama.
Dua gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni meluluhlantakkan kawasan permukiman, terutama di negara bagian pesisir La Guaira di utara Caracas. Data NASA memperkirakan hampir 60 ribu bangunan mengalami kerusakan berat atau hancur total.
Pemerintah Venezuela melaporkan jumlah korban tewas kini mencapai 2.595 orang dengan lebih dari 12.400 korban luka. Sekitar 13 ribu warga kehilangan tempat tinggal dan 50 ribu orang masih belum diketahui nasibnya. (E-4)
