
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari total luasan area yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai berhasil dipadamkan dan dikendalikan pada Jumat (3/7).
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengonfirmasi bahwa penanganan kini telah memasuki hari keempat. Demi mempercepat proses lokalisasi api, operasi pemadaman mengombinasikan strategi jalur udara (air attack) dan jalur darat secara masif.
“Kawan-kawan petugas memaksimalkan waktu pengerjaan dari pagi, siang, hingga malam hari. Saat pagi hari, kondisi angin cenderung belum terlalu kencang sehingga sangat optimal untuk pergerakan,” ujar Djohan di Tangerang, Jumat (3/7).
Untuk menjangkau titik api yang berada di tengah gunungan sampah, BNPB mengoptimalkan operasi dua unit helikopter pembom air (water bombing). Sementara itu, di jalur darat, sebanyak 18 armada mobil pemadam kebakaran (damkar) gabungan disiagakan untuk menyisir sisa-sisa bara api di area tepi.
Meskipun 30 persen area mulai terkendali, tiupan angin kencang pada siang hari kerap memicu munculnya titik api baru dan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Guna mengatasi kebakaran di lapisan dalam gunungan sampah, sebanyak 30 personel taktis Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dikerahkan ke lokasi bencana. Tim ahli ini akan menerapkan metode khusus bernama system inject (sistem suntik).
“Sistem inject ini memanfaatkan pipa khusus yang dilubangi untuk mengalirkan air langsung ke jantung gunungan sampah. Manggala Agni sudah sangat berpengalaman melakukan metode ini, dan aksi dijadwalkan mulai berjalan siang ini,” ungkap Djohan.
Situasi Terkini di Lapangan
Berdasarkan pantauan visual di lokasi pada Jumat siang, kepulan asap pekat masih membubung tinggi dari beberapa puncak gunungan sampah. Sejumlah alat berat jenis ekskavator juga terus dioperasikan di garda depan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang menyala kembali.
Sebagai langkah sterilisasi area kerja, akses jalan utama yang menghubungkan kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri kini mulai dibatasi ketat. Jalur tersebut ditutup bagi kendaraan umum dan hanya diperuntukkan bagi mobilitas armada damkar, TNI, Polri, petugas medis, serta kendaraan dinas instansi terkait.
