Wisatawan Mulai Rencanakan Liburan Lebih Awal
Spot salah satu travel fair.(Dok. MI)

POLA perencanaan liburan masyarakat Indonesia mulai mengalami perubahan. Menjelang musim travel fair yang berlangsung pada Juli hingga November 2026, wisatawan dinilai semakin banyak menyusun rencana perjalanan jauh sebelum waktu keberangkatan agar memiliki lebih banyak pilihan destinasi, jadwal, maupun harga.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat perubahan yang cukup signifikan dalam cara masyarakat Indonesia merencanakan perjalanan. Jika sebelumnya harga menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan, kini wisatawan semakin memperhatikan keseimbangan antara harga, kenyamanan, kualitas pengalaman, fleksibilitas perjalanan, hingga reputasi penyedia layanan. Karena itu, memilih travel fair yang tepat menjadi sama pentingnya dengan memilih destinasi yang ingin dikunjungi,” ujar General Manager of Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton dikutip pada Kamis (2/7).

Menjelang periode travel fair, berbagai pameran perjalanan kembali digelar dengan menawarkan beragam promosi, mulai dari tiket pesawat, paket wisata, cashback, hingga penawaran khusus dari maskapai penerbangan dan perbankan.

Di tengah banyaknya pilihan tersebut, wisatawan dinilai perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar besaran potongan harga. Pemilihan produk perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan disebut menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pengalaman liburan.

Berdasarkan data internal Golden Rama Tours & Travel, jumlah pelanggan yang berkonsultasi mengenai rencana perjalanan enam hingga 12 bulan ke depan meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tren tersebut menunjukkan semakin banyak wisatawan yang memilih mempersiapkan perjalanan lebih awal untuk memperoleh pilihan produk yang lebih luas, harga yang lebih kompetitif, serta keleluasaan dalam menyusun jadwal.

Sementara itu, Korea menjadi destinasi yang paling banyak ditanyakan pelanggan menjelang musim travel fair tahun ini. Permintaan informasi mengenai perjalanan ke negara tersebut meningkat lebih dari 200% dibandingkan sebelumnya, didorong oleh banyaknya promosi yang ditawarkan. 

Selain itu, Korea masih menjadi salah satu tujuan favorit karena menawarkan beragam pilihan destinasi wisata yang dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga wisatawan muda.

Sejumlah travel fair berskala besar dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2026, di antaranya CIMB Niaga Cathay Travel Fair, Singapore Airlines Travel Fair, ASTINDO Travel Fair, BNI Wonder Expo, Garuda Indonesia Travel Fair, Kompas Travel Fair, hingga EXTRA (Experience Travel).

Masing-masing pameran menawarkan karakteristik yang berbeda. Travel fair yang diselenggarakan maskapai penerbangan umumnya menghadirkan promo tiket, bonus bagasi, kemudahan penukaran miles, serta berbagai keuntungan lain bagi calon penumpang yang telah menentukan tujuan perjalanan.

Sementara itu, pameran yang menghadirkan berbagai penyedia jasa perjalanan menawarkan pilihan yang lebih beragam, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga paket wisata ke berbagai destinasi internasional. Di sisi lain, travel fair yang didukung perbankan biasanya memberikan tambahan keuntungan berupa cashback, cicilan, poin hadiah, maupun promo khusus bagi pemegang kartu tertentu.

Menurut Ricky, tidak ada satu travel fair yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh wisatawan karena setiap orang memiliki tujuan dan preferensi perjalanan yang berbeda. Ia menilai periode penyelenggaraan travel fair juga menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan perjalanan pada musim liburan berikutnya, termasuk libur Lebaran.

Dengan melakukan pemesanan lebih awal, wisatawan berpeluang memperoleh harga yang lebih kompetitif sekaligus memiliki lebih banyak pilihan produk perjalanan dan akomodasi.

“Banyak orang datang ke travel fair dengan fokus mencari diskon terbesar. Padahal yang jauh lebih penting adalah memahami apa yang sebenarnya mereka dapatkan dari sebuah paket perjalanan. Harga yang lebih murah belum tentu memberikan nilai terbaik apabila aspek seperti kualitas hotel, jadwal penerbangan, itinerary, maupun layanan pendukung tidak sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka,” jelasnya.

Ricky menyarankan wisatawan menentukan tujuan perjalanan sebelum mengunjungi travel fair, menyusun daftar prioritas, memahami fasilitas yang dibutuhkan, serta membandingkan paket secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan harga. Ia juga menyarankan calon pelancong memanfaatkan layanan konsultasi dengan agen perjalanan agar memperoleh rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Ia menambahkan, musim travel fair dapat dimanfaatkan untuk merencanakan perjalanan akhir tahun maupun liburan pada tahun berikutnya. Dengan memesan lebih awal, wisatawan memiliki peluang memperoleh harga yang lebih kompetitif serta pilihan jadwal dan akomodasi yang lebih luas.

“Travel fair bukan hanya menjadi tempat berburu promo, tetapi kesempatan untuk merancang perjalanan yang lebih cerdas dan terencana. Ketika wisatawan memahami travel fair mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan mengetahui cara membandingkan paket secara tepat, mereka tidak hanya mendapatkan harga terbaik, tetapi juga pengalaman liburan yang jauh lebih maksimal dan berkesan,” pungkas Ricky. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *