Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Ilustrasi(Dok Istimewa)

CARA pandang pelaku pasar global terhadap industri hiburan kini dilaporkan mulai bergeser dari sekadar sektor konsumsi menjadi bagian dari emerging asset class (kelas aset baru) yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Pergeseran paradigma ini mendorong lahirnya inovasi model bisnis baru yang mengintegrasikan media, teknologi, komunitas digital, dan hak kekayaan intelektual (intellectual property) ke dalam sebuah ekosistem ekonomi terpadu.

Memanfaatkan momentum transformasi tersebut, platform teknologi hiburan global SHOW Token mengumumkan komitmen strategisnya untuk membangun ekosistem hiburan (entertainment ecosystem) di Indonesia. Fokus pengembangan akan diarahkan pada penguatan ekonomi kreator (creator economy), platform media, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta penguatan infrastruktur blockchain yang saling terintegrasi.

Chief Executive Officer (CEO) SHOW Token, Akshay Melwani, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki fondasi fundamental yang sangat kuat untuk menjadi hub pertumbuhan industri hiburan digital utama di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia mencatat tingkat kunjungan penonton bioskop tertinggi di kawasan dengan jumlah layar terbesar. Lebih dari 70 persen pendapatan box office nasional dalam beberapa tahun terakhir bahkan berasal dari film lokal. Ini menunjukkan lompatan kualitas industri kreatif domestik sekaligus besarnya peluang membangun ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Akshay dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).

Berbeda dengan pola pendekatan pelaku industri kreatif konvensional yang umumnya berbasis proyek (project-based), SHOW Token mengadopsi perspektif analisis fundamental dari dunia pasar modal (capital markets) global.

Profesional investasi berusia 30 tahun pemegang gelar Master’s in Finance ini menilai, perusahaan hiburan modern tidak bisa lagi hanya bergantung pada produksi konten semata, melainkan wajib membangun kedekatan komunitas yang mampu menciptakan monetisasi berkelanjutan.

“Entertainment saat ini berkembang menjadi bisnis yang didorong oleh audience ecosystem, digital engagement, serta intellectual property. Nilai sebuah perusahaan media kini diukur dari kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas,” ujar Akshay.

Di bawah kepemimpinannya, platform SHOW dirancang untuk menggeser ketergantungan pendapatan industri media tradisional. Diversifikasi pendapatan platform masa depan akan diproyeksikan bersumber dari akumulasi berbagai lini digital, mulai dari distribusi digital, lisensi intellectual property, produktivitas creator economy, hingga optimalisasi efisiensi biaya menggunakan artificial intelligence (AI).

Manajemen SHOW menegaskan bahwa pendekatan bisnis ini mengadopsi prinsip pasar modal reguler, yakni fokus membangun aset yang memiliki fundamental kuat, potensi pertumbuhan yang terukur, serta kemampuan menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Di tengah tren pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara yang terus menunjukkan kurva positif, integrasi antara pasar modal, teknologi canggih, dan ekonomi kreator dinilai akan menjadi standar baru yang kian relevan dalam menentukan daya saing industri hiburan di kancah global. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *