
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Belarus untuk terus mendukung upaya menjaga perdamaian dan stabilitas dunia di tengah tantangan geopolitik global. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis di tingkat kawasan maupun global. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Belarus memiliki kesamaan visi dalam memperkuat upaya perdamaian internasional.
“Saya dan Presiden Lukashenko bertukar pandangan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama di tingkat kawasan dan global. Kami akan terus mendukung upaya-upaya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia,” ujar Prabowo dalam konferensi pers bersama.
Selain isu geopolitik, pertemuan ini menghasilkan penguatan hubungan bilateral melalui penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama. Kolaborasi tersebut mencakup sektor kesehatan, kebudayaan, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, jasa keuangan, hingga pertahanan.
Terkait sektor pertahanan, Prabowo menilai hubungan kedua negara telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari setiap poin kesepakatan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat kedua negara.
“Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga mengapresiasi kunjungan kenegaraan kedua Presiden Lukashenko ke Indonesia dan berencana melakukan kunjungan balasan di masa mendatang. Ia optimistis momentum ini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas demi kesejahteraan rakyat Indonesia dan Belarus.
“Saya yakin momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kemakmuran kedua rakyat kita,” pungkas Prabowo. (Mir/I-1)
