Dituding Bohongi Publik soal Iran, Netanyahu Hadapi Ancaman dari Tokoh Oposisi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dituding menyebarkan kabar menyesatkan soal nuklir milik Iran(Drew ANGERER / AFP)

MANTAN Kepala Staf Militer Israel sekaligus tokoh oposisi, Gadi Eisenkot menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membangun narasi menyesatkan terkait ancaman nuklir Iran demi menakut-nakuti publik Israel.

Berdasarkan laporan harian Israel Yedioth Ahronoth, Eisenkot menyampaikan tudingan tersebut dalam sebuah konferensi yang digelar di wilayah Israel bagian tengah. Ia menilai pernyataan terbaru Netanyahu mengenai kemampuan nuklir Iran tidak sesuai dengan fakta yang ada dan lebih bermuatan politik.

“Netanyahu mengatakan hal-hal yang memuakkan. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir. Dia sedang mengarang kenyataan untuk menakut-nakuti masyarakat Israel,” kata Eisenkot.

Pernyataan itu merujuk pada wawancara Netanyahu dengan stasiun televisi Channel 14 pada Selasa (30/6), di mana pemimpin Israel tersebut mengklaim bahwa dirinya telah dua kali mengambil langkah besar demi mencegah ancaman nuklir dari Teheran.

“Saya memasuki Iran dua kali untuk menyelamatkan kita dari kehancuran akibat bom atom yang sudah berada di tangan mereka,” kata Netanyahu dalam wawancara itu.

Dilansir dari Middle East Monitor, sejak Israel mendukung Amerika Serikat dalam serangan terhadap Iran pada Februari lalu yang kemudian memicu pecahnya konflik terbuka, Netanyahu terus menyampaikan bahwa Iran merupakan ancaman terbesar di kawasan Timur Tengah karena diduga telah memiliki kemampuan senjata nuklir.

Selain itu, Israel juga melancarkan operasi militer besar terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Juni 2025. Pemerintah Israel menyebut operasi tersebut difokuskan pada fasilitas program nuklir dan kemampuan rudal Teheran.

Amerika Serikat dan Israel selama ini menuduh Iran menjalankan program nuklir serta pengembangan rudal yang dianggap mengancam keamanan Israel dan sekutu Washington di kawasan.

Namun Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh program nuklir yang dijalankan semata-mata bertujuan damai, bukan untuk pengembangan persenjataan. Hingga saat ini, belum ada laporan internasional yang secara resmi mengonfirmasi bahwa Iran memiliki senjata nuklir.

Di sisi lain, Israel selama bertahun-tahun diyakini para analis internasional sebagai satu-satunya negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, meskipun pemerintah Israel tidak pernah secara resmi mengakui keberadaan senjata tersebut.

Fasilitas nuklir Israel juga diketahui tidak berada di bawah sistem pengawasan maupun verifikasi Badan Energi Atom Internasional atau IAEA. Pernyataan Netanyahu mengenai ancaman Iran disampaikan di tengah persiapan Israel menghadapi pemilihan umum yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *