Kemenhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf(Kemenhaj)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah tengah mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, sebagai embarkasi haji baru. Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan yang kerap terjadi di Bandara Internasional Juanda dan Asrama Haji Surabaya.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi untuk mengaktifkan bandara tersebut karena dinilai memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk penerbangan internasional.

“Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri. Bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar,” ujar Irfan di Asrama Haji Surabaya, Rabu (1/7).

Irfan menjelaskan, pemanfaatan Bandara Dhoho diharapkan mampu memangkas beban operasional Asrama Haji Surabaya sekaligus kepadatan di Bandara Juanda, yang selama ini menjadi satu-satunya pintu keberangkatan jamaah haji asal Jawa Timur.

Tingginya beban operasional tersebut tecoret dari data musim haji 2026, di mana Jawa Timur memberangkatkan hingga 116 kelompok terbang (kloter). Walhasil, aktivitas pelayanan di Asrama Haji Surabaya berlangsung nyaris tanpa henti, baik selama fase pemberangkatan maupun pemulangan jamaah.

Intensitas kerja yang luar biasa tinggi itu pun berdampak langsung pada kondisi fisik para petugas di lapangan. Bahkan, Kepala UPT Asrama Haji Surabaya sempat harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan.

“Insya Allah nanti kita akan kurangi sebagian untuk diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri,” imbuhnya.

Di sisi lain, guna meningkatkan kualitas tata kelola, Kementerian Haji dan Umrah juga membentuk satuan tugas (satgas) bersama aparat kepolisian dan keimigrasian. Satgas ini dibentuk khusus untuk memperketat pengawasan dan mencegah praktik haji nonprosedural.

Irfan menambahkan, menyusul telah ditutupnya operasional haji 2026 secara nasional, seluruh jajaran kementerian kini langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Berbagai evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari penataan embarkasi hingga peningkatan mutu pelayanan di tanah suci.

(Ant/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *