Kolesterol Tinggi Bisa Menyumbat Pembuluh Darah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Aterosklerosis berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat memicu penyakit jantung koroner hingga stroke.((Magnific))

PENYEMPITAN pembuluh darah akibat penumpukan plak kolesterol atau aterosklerosis merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung dan pembuluh darah di dunia. Kondisi ini terjadi ketika kolesterol, lemak, dan berbagai zat lain menumpuk pada dinding bagian dalam pembuluh darah, lalu membentuk plak yang semakin lama semakin menebal.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penumpukan plak tersebut membuat pembuluh darah kehilangan kelenturannya dan menjadi semakin sempit. Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen serta nutrisi ke berbagai organ tubuh menjadi terganggu.

Aterosklerosis dapat terjadi pada berbagai pembuluh darah di dalam tubuh, mulai dari pembuluh darah koroner yang menyuplai jantung, pembuluh darah di leher menuju otak, hingga pembuluh darah pada tungkai. Jika terjadi pada pembuluh darah koroner, kondisi ini dapat memicu penyakit jantung koroner bahkan serangan jantung. Sementara jika menyerang pembuluh darah menuju otak, risikonya adalah stroke.

Terjadi Bertahap Selama Bertahun-tahun

Aterosklerosis bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Prosesnya berlangsung perlahan selama bertahun-tahun sehingga sering kali tidak disadari penderitanya.

Saat kadar kolesterol dalam darah terus berada pada tingkat tinggi, sebagian kolesterol dapat menempel pada dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan, endapan tersebut terus bertambah hingga membentuk plak yang semakin tebal dan mengeras.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan plak bahkan dapat dimulai sejak usia 20 hingga 30 tahun. Karena berkembang secara perlahan, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami aterosklerosis ketika pembuluh darah sudah mengalami penyempitan yang cukup berat atau bahkan setelah muncul komplikasi.

Risiko aterosklerosis meningkat pada orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, kurang melakukan aktivitas fisik, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, serta memiliki kebiasaan merokok. Faktor-faktor tersebut mempercepat terbentuknya plak sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Mengapa Aterosklerosis Berbahaya?

Seiring bertambahnya ukuran plak, ruang di dalam pembuluh darah menjadi semakin sempit. Kondisi ini menyebabkan aliran darah tidak lagi berjalan lancar sehingga organ tubuh tidak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi dalam jumlah yang cukup.

Apabila penyumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung, seseorang berisiko mengalami penyakit jantung koroner, nyeri dada (angina), hingga serangan jantung. Sebaliknya, jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah menuju otak, risikonya adalah stroke.

Selain itu, aterosklerosis juga dapat menyerang pembuluh darah di tungkai dan bagian tubuh lainnya sehingga memicu gangguan sirkulasi darah yang dapat mengganggu fungsi organ.

Bisakah Plak Kolesterol Dihilangkan?

Hingga saat ini, belum ada terapi medis yang terbukti mampu menghilangkan atau mengecilkan plak aterosklerosis yang sudah terbentuk. Plak yang telah menebal umumnya dianggap sulit untuk dipulihkan kembali seperti kondisi semula.

Pengobatan yang tersedia saat ini lebih ditujukan untuk memperlambat perkembangan aterosklerosis dan mencegah komplikasi yang lebih berat. Obat penurun kolesterol, misalnya, berfungsi menjaga agar penumpukan plak tidak semakin cepat. Sementara itu, tindakan medis seperti pemasangan stent bertujuan membuka pembuluh darah yang telah menyempit agar aliran darah kembali lancar, bukan menghilangkan plak yang sudah ada.

Pentingnya Langkah Pencegahan

Karena aterosklerosis berkembang secara perlahan dan sulit dipulihkan setelah plak terbentuk, pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menurunkan risikonya.

Menjaga kadar kolesterol tetap normal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mempertahankan berat badan ideal, serta menghindari rokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak usia muda, risiko terbentuknya plak kolesterol dapat ditekan sehingga peluang terjadinya penyakit jantung, stroke, maupun komplikasi akibat penyumbatan pembuluh darah dapat diminimalkan. (Kemenkes/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *