
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengamini sejumlah sektor usaha berada dalam fase ekspansi. Hal itu seperti diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kemarin (29/6). Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa menjelaskan, gambaran bahwa dunia usaha sedang melemah tidak berlaku merata untuk semua sektor.
“Di tengah tantangan global dan perlambatan di beberapa industri padat karya, masih terdapat sektor yang menunjukkan peningkatan investasi, kapasitas produksi, maupun permintaan terhadap lahan di kawasan industri,” kata Erwin saat dihubungi, Selasa (30/6).
Ia menyebut beberapa sektor yang saat ini relatif masih bertumbuh antara lain industri hilirisasi mineral, pusat data (data center) dan ekonomi digital, logistik dan pergudangan, energi termasuk energi terbarukan, industri yang terkait rantai pasok kendaraan listrik (EV), serta sejumlah industri makanan dan minuman yang masih ditopang oleh konsumsi domestik.
“Di sejumlah kawasan industri, permintaan lahan dari investor di sektor-sektor tersebut memang masih cukup baik,” ungkap Erwin.
Namun demikian, katanya, ekspansi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi dunia usaha secara keseluruhan. Di saat yang sama, sektor padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, dan sebagian industri furnitur masih menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan ekspor, meningkatnya biaya produksi, serta persaingan impor yang semakin ketat.
“Karena itu, Kadin memandang indikator seperti meningkatnya okupansi kawasan industri merupakan sinyal positif yang patut diapresiasi, tetapi perlu dilihat secara lebih komprehensif,” ujarnya.
Yang lebih penting, kata Erwin, adalah memastikan pertumbuhan investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja yang luas, memperkuat keterkaitan dengan industri lokal, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Pihaknya juga meminta pemerintah perlu terus memberikan perhatian kepada sektor-sektor yang masih mengalami tekanan agar pemulihannya berlangsung lebih merata di seluruh sektor usaha.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai berbagai sektor usaha masih melakukan ekspansi, didukung realisasi investasi pada triwulan I 2026 yang melampaui target pemerintah. Airlangga mengatakan pelaku usaha secara alami akan meningkatkan kapasitas produksi ketika melihat adanya peluang untuk meningkatkan penjualan.
“Saya percaya para pengusaha kalau ada kesempatan untuk meningkatkan produksi, secara natural mereka akan meningkatkan produksi, terutama para pengusaha kan ingin me-leverage, sehingga tentu penjualan yang lebih tinggi itu yang selalu diharapkan oleh para pengusaha,” kata Airlangga seperti dilansir dari Antara, Senin (29/6).
Airlangga mencontohkan sejumlah kawasan ekonomi dan kawasan industri yang masih menunjukkan tren ekspansi, termasuk rencana perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Jawa Timur, untuk mengakomodasi tingginya minat investasi serta mendukung pengembangan ekosistem industri dan pelabuhan yang terintegrasi. (E-3)
