Isuzu Pastikan Kendaraan Diesel Siap Gunakan B50, Minta Kualitas BBM Konsisten
B50(Antara)

MENJELANG pemberlakuan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026, produsen kendaraan niaga mulai memastikan kesiapan produknya sekaligus mengingatkan pentingnya konsistensi kualitas bahan bakar. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan kendaraan diesel Isuzu pada prinsipnya siap menggunakan B50 berdasarkan hasil pengujian sementara, meski masih terdapat sejumlah aspek teknis yang terus dievaluasi.

Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anton Rusli mengatakan perusahaan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, Isuzu telah melakukan berbagai uji coba internal terkait penggunaan B50 dan hingga saat ini proses pengujian masih terus berlangsung,” ujar Anton kepada Media Indonesia, Selasa (30/6).

Berdasarkan hasil pengujian sementara, kata dia, kendaraan Isuzu dapat beroperasi dengan baik menggunakan campuran biodiesel B50. Meski demikian, perusahaan menemukan beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, salah satunya kemungkinan penyesuaian interval penggantian filter bahan bakar dalam perawatan berkala.

“Berdasarkan hasil sementara, kendaraan Isuzu dapat beroperasi dengan baik menggunakan B50. Namun, kami juga mengidentifikasi beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian, seperti kemungkinan penyesuaian interval penggantian filter bahan bakar sebagai bagian dari perawatan berkala. Kami akan terus melakukan evaluasi untuk memastikan performa, durability, dan reliability kendaraan tetap terjaga,” katanya.

Selain itu, Anton menjelaskan setiap pabrikan memiliki spesifikasi teknis dan hasil pengujian yang berbeda sehingga kesiapan penggunaan B50 tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh kendaraan diesel yang beredar di Indonesia. Karena itu, Isuzu hanya menyampaikan hasil pengujian terhadap produk-produknya sendiri.

Terkait kekhawatiran mengenai garansi apabila terjadi kerusakan yang diduga dipicu penggunaan B50, Anton mengatakan penanganannya akan mengikuti prosedur investigasi teknis yang berlaku.

“Terkait garansi maupun penanganan apabila terjadi kendala, tentunya akan mengacu pada hasil investigasi teknis sesuai prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, kami juga berharap implementasi B50 nantinya didukung dengan kualitas bahan bakar yang konsisten sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Selain kesiapan kendaraan, Isuzu juga menyoroti pentingnya jaminan pasokan dan kualitas bahan bakar ketika kebijakan B50 mulai diterapkan. Menurut Anton, kelancaran distribusi BBM menjadi faktor penting agar operasional dunia usaha tidak terganggu.

“Pada prinsipnya, Isuzu mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk implementasi B50. Kami berharap kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat, baik dari sisi keberlanjutan energi maupun ketersediaan pasokan bahan bakar di masa mendatang,” kata Anton.

Meski demikian, Anton menegaskan bahwa persoalan distribusi dan ketersediaan BBM merupakan kewenangan pemerintah bersama badan usaha penyedia energi. “Dari sisi Isuzu, kami berharap implementasi B50 nantinya didukung oleh pasokan yang memadai dan kualitas bahan bakar yang konsisten, sehingga pelanggan dapat menjalankan operasional bisnisnya dengan lancar tanpa mengganggu produktivitas maupun biaya logistik,” ujarnya. (Dev/P-3) 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *