Kampanye Produk Energy Gel dan Aplikasi QC Manufaktur, Semuanya Berbasis AI, Menjadi Juara dalam Badan Ekraf Digital Talent 2026
Berbagai solusi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dihasilkan para peserta workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026. Ada situs produk energy gel, serta berbagai kampanye promosi yang akan diluncurkan, lengkap dengan posternya. Ada pula aplikasi yang(MI/Iis Zatnika)

Berbagai solusi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dihasilkan para peserta workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026. Ada situs produk energy gel, serta berbagai kampanye promosi yang akan diluncurkan, lengkap dengan posternya. Ada pula aplikasi yang akan digunakan dalam proses kontrol kualitas perusahaan manufaktur yang akan memudahkan proses kerja. 

Karya-karya itu dipaparkan dalam penutupan kegiatan yang diikuti 100 peserta program yang hadir secara luring di Jakarta, Sabtu (27/6). Topik yang diangkat adalah Productivity with AI: Menguasai Teknik Prompting untuk Transformasi Alur Kerja Produktif. Program ini sebelumnya telah diikuti 5.000 peserta, namun tercatat lebih dari 2.000 yang tuntas menyelesaikan proyek berbasis AI. 

Workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan Dicoding Indonesia. Kegiatan pelatihan daring itu diikuti berbagai kalangan lintas profesi untuk memperoleh pengayaan keterampilan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam menyatakan penguatan talenta digital merupakan fondasi penting dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Neil menambahkan, AI menghadirkan peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif, mulai dari mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi, hingga membuka ruang inovasi. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi dengan kemampuan praktis agar teknologi dapat digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.

Workshop BDT 2026 berlangsung melalui tiga sesi utama, yaitu ‘Langkah Nyata Penerapan AI di Berbagai Sektor’, ‘Mengoptimalkan AI untuk Mendukung Pekerjaan Anda’, serta ‘Memanfaatkan dan Menerapkan AI: Praktik Langsung Membuat Karya AI untuk Kebutuhan Produktivitas’. Pada sesi akhir, 100 peserta terpilih secara luring, berkolaborasi membuat solusi berbasis AI yang dipresentasikan melalui showcase.

CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono menyatakan, kemampuan menggunakan AI secara optimal akan menjadi salah satu kompetensi penting di berbagai bidang pekerjaan. “AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan alat produktivitas yang sudah digunakan oleh para profesional hari ini. Tantangan terbesar bukan lagi apakah kita akan menggunakan AI, melainkan bagaimana kita dapat memanfaatkannya secara efektif, bertanggung jawab, dan menghasilkan dampak nyata,” ujar Narenda.

Berdasarkan survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang melibatkan lebih dari 3.100 talenta digital Indonesia, sebanyak 9 dari 10 developer profesional menyatakan mengalami peningkatan produktivitas sebesar 20% hingga lebih dari 50 persen setelah memanfaatkan AI generatif dalam alur kerja mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah memberikan dampak nyata terhadap cara individu dan organisasi bekerja.(X-6)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *