
MATERIAL besi kini semakin banyak digunakan pada berbagai produk furnitur, mulai dari lemari pakaian hingga meja makan dan lemari pajangan. Karakteristiknya yang tahan terhadap kelembapan, jamur, dan rayap menjadikan material ini sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan furnitur, terutama di wilayah beriklim tropis.
Di tengah perkembangan tersebut, PT Importa Jaya Abadi (Importa) mencatat penjualan lebih dari 1 juta unit lemari pakaian berbahan besi dalam kurun lima tahun terakhir. CEO Importa Nizar Bawazier mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dikembangkan perusahaan.
“Pencapaian lebih dari 1 juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi merupakan cerminan dari kepercayaan pelanggan dan kerja keras seluruh ekosistem Importa,” ujar Nizar dalam keterangan resmi.
Atas pencapaian tersebut, Importa menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Menurut Nizar, salah satu faktor yang mendorong tingginya minat terhadap lemari pakaian berbahan besi adalah ketahanannya yang lebih baik dibandingkan material lain, khususnya dalam menghadapi kondisi iklim tropis Indonesia.
“Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama karena Indonesia memiliki iklim tropis. Jadi perlu bahan yang awet,” katanya.
Importa juga memperluas penggunaan material besi ke berbagai kategori furnitur lain, seperti meja makan, meja hias, hingga lemari pajangan. Langkah tersebut, menurut Nizar, tidak hanya bertujuan menghadirkan produk yang lebih tahan lama, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu sebagai bahan baku.
“Semua jenis kategori furnitur kami shifting menjadi furnitur berbahan besi. Pemilihan bahan ini juga untuk mencegah deforestasi karena kita bisa menjaga kelestarian kayu,” ujarnya.
Untuk meningkatkan ketahanan produk, perusahaan menerapkan proses pelapisan menggunakan metode powder coating sehingga furnitur berbahan besi lebih tahan terhadap korosi.
Selain memperluas portofolio produk, Importa juga menyiapkan ekspansi bisnis melalui penambahan jaringan distribusi. Saat ini perusahaan memiliki 28 cabang di berbagai wilayah Indonesia dan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 35 cabang hingga akhir tahun.
“Saat ini sudah ada 28 cabang di seluruh Indonesia dan kami terus menambahnya. Hampir setiap satu bulan kami menambah satu cabang. Sampai akhir tahun nanti target kami sudah buka 35 cabang di Indonesia,” kata Nizar.
Melalui model bisnis B2B, produk Importa dipasarkan melalui jaringan gudang distribusi dan lebih dari 6.000 toko mitra di berbagai daerah.
“Konsepnya kami punya warehouse, lalu kami distribusikan ke toko-toko mitra. Saat ini toko mitra yang menjual produk Importa sudah lebih dari 6.000 toko di seluruh Indonesia. Strategi bisnis kami adalah B2B sehingga turut mengangkat perekonomian toko-toko yang ada di daerah,” ujarnya.
Perusahaan juga membuka peluang untuk memperluas pasar ke tingkat internasional seiring pengembangan produk furnitur berbahan besi.
“Kita ingin tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pasar internasional,” kata Nizar. (E-1)
