Mengapa Pisang Tetap Hijau dan tidak Matang? Ini Penjelasan Ahli dan Manfaatnya
Ilustrasi.(Magnific)

MENUNGGU pisang matang bisa menjadi hal yang menjengkelkan, terutama ketika buah tersebut tetap berwarna hijau selama berhari-hari. Namun, para ahli pangan menyatakan bahwa pisang yang sulit matang tetap layak dikonsumsi dan bahkan menawarkan manfaat kesehatan yang berbeda dibandingkan pisang yang sudah matang sempurna.

Penyebab Pisang Gagal Matang

Ada beberapa alasan teknis pisang tidak kunjung menguning. Jonathan Crane, spesialis tanaman buah tropis dari University of Florida, menjelaskan bahwa faktor utama sering kali terletak pada waktu panen.

“Jika pisang dipanen saat masih terlalu muda (immature), mereka tidak akan matang dengan benar, baik dari segi rasa maupun tekstur,” ujar Crane. Ia menambahkan bahwa konsumen dapat mengenali tingkat kematangan pisang dari bentuknya. Pisang yang memiliki sudut tajam pada kulitnya biasanya dipanen terlalu dini, sedangkan pisang yang sudah matang memiliki bentuk yang lebih bulat dan halus.

Selain faktor panen, kondisi penyimpanan juga sangat berpengaruh. Pisang yang terpapar suhu terlalu dingin selama penyimpanan atau transportasi dapat mengalami chilling injury.

Kondisi ini mengganggu proses pematangan normal, sehingga pisang tetap berwarna hijau atau kuning kehijauan meski sudah disimpan lama. Crane menyarankan agar pisang disimpan pada suhu ideal antara 13 hingga 15 derajat celcius (56-59 derajat fahrenheit).

Manfaat Kesehatan Pisang Hijau vs Pisang Matang

Meski teksturnya lebih keras dan rasanya kurang manis, pisang hijau memiliki keunggulan nutrisi tersendiri. Lauren Manaker, seorang ahli diet terdaftar, menjelaskan bahwa baik pisang hijau maupun matang sama-sama mengandung kalium, vitamin B6, dan vitamin C.

Baca juga : 11 Manfaat Makan Pisang Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Perbedaan utamanya terletak pada jenis karbohidratnya:

  • Pisang Hijau: Mengandung lebih banyak resistant starch (pati resisten), jenis karbohidrat yang bekerja mirip dengan serat dan dicerna lebih lambat oleh tubuh. Hal ini membuat pisang hijau memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga lebih ramah bagi kadar gula darah.
  • Pisang Matang: Seiring proses pematangan, pati resisten diubah menjadi gula alami. Inilah alasan pisang matang terasa lebih manis, bertekstur lembut, dan lebih mudah dicerna oleh lambung bagi sebagian orang.

Tips Memilih: Jika Anda sedang memantau kadar gula darah atau membutuhkan asupan pati resisten yang lebih tinggi, pisang hijau adalah pilihan tepat. Namun, jika Anda menginginkan rasa manis dan kemudahan pencernaan, pilihlah pisang yang sudah matang.

Baca juga: Bukan sekadar Enak, ini Alasan Atlet Selalu Makan Pisang dan Selai Kacang

Manaker menekankan bahwa pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan individu. Ia menyarankan agar konsumen tidak hanya fokus pada warna kulit pisang, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana buah tersebut melengkapi pola makan harian secara keseluruhan. (Fox/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *