
KANKER ginjal kerap tidak menimbulkan gejala pada stadium awal sehingga banyak kasus baru terdiagnosis ketika penyakit telah berkembang. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Dokter Umum RS Siloam Kelapa Dua, Tangerang, dr. Fristly Nasri, mengatakan kanker ginjal umumnya baru menunjukkan gejala ketika memasuki stadium yang lebih lanjut. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain darah dalam urine, nyeri menetap di salah satu sisi pinggang, benjolan di area pinggang atau perut, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
“Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, serta penyakit ginjal kronis,” katanya dalam keterangan resmi.
Menurutnya, masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat program skrining rutin khusus kanker ginjal untuk seluruh populasi. Namun, pemeriksaan kesehatan berkala seperti tes urine, pemeriksaan fungsi ginjal melalui kadar ureum dan kreatinin, serta pengukuran tekanan darah dapat menjadi langkah awal untuk memantau kesehatan ginjal.
Sementara bagi kelompok berisiko tinggi, seperti perokok berat, penderita obesitas, hipertensi kronis, penyakit ginjal kronis, maupun mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker ginjal, pemeriksaan pencitraan seperti USG ginjal dapat dipertimbangkan sesuai anjuran dokter.
Menurut dr. Fristly, peluang keberhasilan terapi akan jauh lebih besar apabila kanker ditemukan sejak stadium awal. Pada kanker ginjal stadium I yang masih terbatas pada organ ginjal, angka ketahanan hidup relatif lima tahun dapat mencapai sekitar 90 persen atau lebih setelah mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain menjalani terapi sesuai rekomendasi dokter, pasien juga dianjurkan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, berolahraga secara rutin, serta menjalani kontrol kesehatan secara berkala untuk menekan risiko kekambuhan.
Edukasi mengenai kanker ginjal tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial yang diselenggarakan Holywings Peduli dalam rangka memperingati Hari Kanker Ginjal Sedunia. Program ini diikuti ratusan warga dan menghadirkan seminar kesehatan serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan RS Siloam Kelapa Dua.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko kanker ginjal dan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh edukasi yang benar sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang kami sediakan,” ujar Andrew.
Selain seminar, peserta memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan bersama tenaga medis. Holywings Peduli juga menyerahkan bantuan berupa tenda portabel, meja lipat, pengeras suara, dan kipas angin untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan di lingkungan sekitar.
Lurah Selong, Jakarta Selatan, Chenris Rahmasari, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui edukasi kesehatan maupun penyediaan layanan pemeriksaan gratis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Holywings Peduli yang secara konsisten menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat bagi warga. Edukasi mengenai kanker ginjal sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala dan faktor risikonya,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Harun, 29, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Menurut dia, layanan pemeriksaan gratis juga membantu masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan berbagai permainan interaktif dan hiburan yang diikuti warga sebagai upaya mempererat kebersamaan setelah pelaksanaan seminar dan pemeriksaan kesehatan. (E-1)
