
Perselisihan hukum yang panjang antara mantan pasangan Hollywood, Brad Pitt dan Angelina Jolie, memasuki babak baru. Brad Pitt dikabarkan memenangkan putusan pengadilan terbaru dalam sengketa kepemilikan perkebunan anggur mewah mereka di Prancis, Chateau Miraval.
Inti Kemenangan Gugatan Brad Pitt
Berdasarkan laporan hukum terbaru, kemenangan Pitt kali ini berkaitan dengan hak akses terhadap dokumen-dokumen penting. Pengadilan di Luksemburg dilaporkan memberikan izin kepada tim hukum Brad Pitt untuk memeriksa dokumen-dokumen terkait penjualan saham Angelina Jolie kepada pengusaha Rusia, Yuri Shefler, melalui perusahaannya, Stoli Group.
Pihak Brad Pitt berargumen bahwa penjualan saham sebesar 50% milik Jolie pada tahun 2021 dilakukan secara sepihak tanpa persetujuannya. Pitt mengklaim adanya perjanjian awal bahwa tidak ada pihak yang boleh menjual bagian mereka tanpa izin pihak lainnya.
Sengketa ini bermula sejak Angelina Jolie menjual sahamnya di Chateau Miraval senilai jutaan dolar AS (setara miliaran Rupiah) kepada pihak ketiga, yang memicu kemarahan Pitt karena merasa hak prioritasnya dilanggar.
Latar Belakang Sengketa Chateau Miraval
Chateau Miraval bukan sekadar properti biasa bagi keduanya. Perkebunan seluas 1.300 hektar di Provence, Prancis ini adalah tempat mereka melangsungkan pernikahan pada tahun 2014. Selain nilai sentimental, properti ini merupakan bisnis minuman anggur (rosé) yang sangat menguntungkan secara global.
Beberapa poin utama dalam gugatan ini meliputi:
- Pelanggaran Kontrak: Pitt menuduh Jolie sengaja merusak reputasi bisnis dengan menjual saham ke pihak luar yang memiliki reputasi kontroversial.
- Hak Kontrol: Pitt ingin membatalkan penjualan tersebut agar ia tetap memiliki kendali penuh atas operasional kebun anggur.
- Transparansi Dokumen: Putusan terbaru ini mewajibkan pihak Jolie dan Stoli Group untuk membuka komunikasi internal mereka terkait proses akuisisi saham tersebut.
Dampak bagi Kedua Belah Pihak
Kemenangan kecil di pengadilan ini memberikan momentum bagi Brad Pitt dalam persidangan utama yang akan datang. Dengan akses ke dokumen internal, tim hukum Pitt berharap dapat membuktikan bahwa Jolie sengaja bertindak dengan niat buruk untuk merugikan kepentingan bisnis mantan suaminya.
Hingga saat ini, pihak Angelina Jolie belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait putusan dokumen tersebut. Namun, tim hukum Jolie sebelumnya menyatakan bahwa penjualan tersebut sah secara hukum karena tidak ada kontrak tertulis yang melarang penjualan saham secara permanen.
Kasus ini diprediksi masih akan berlanjut di meja hijau, mengingat kompleksitas hukum internasional yang melibatkan yurisdiksi Prancis, Luksemburg, dan Amerika Serikat. (Z-4)
