
RASA kantuk yang muncul meski durasi tidur sudah terpenuhi sering kali dipicu oleh faktor-faktor yang tidak disadari. Selain lamanya waktu istirahat, kesegaran tubuh saat bangun tidur sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur, rutinitas harian, serta kondisi kesehatan fisik maupun mental.
Masalah medis tertentu seperti anemia atau gangguan tidur klinis pun kerap menjadi pemicu utamanya. Oleh karena itu, memahami penyebab di balik kondisi ini sangat penting agar kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengembalikan stamina sepanjang hari.
Melansir dari Alodokter, berikut ini adalah beberapa penyebab sering mengantuk padahal tidur cukup yang perlu diketahui:
1. Kualitas tidur yang buruk
Durasi tidur 7-8 jam tidak menjamin tubuh segar jika kualitasnya terganggu oleh faktor eksternal (kebisingan, cahaya, suhu tidak nyaman) maupun gangguan internal (mimpi buruk, sering buang air kecil, atau sleep apnea). Akibat terhambatnya tidur nyenyak ini, tubuh tetap merasa lelah dan mudah mengantuk pada siang hari.
2. Kurang aktivitas fisik
Kurang aktivitas fisik atau jarang berolahraga, terutama akibat terlalu lama duduk di depan komputer, dapat menurunkan stamina dan membuat energi cepat merosot. Sebaliknya, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau meregangkan tubuh justru membantu melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan kebugaran sepanjang hari.
3. Efek samping obat-obatan
Konsumsi beberapa jenis obat seperti antihistamin (alergi), obat penenang, antikejang, antidepresan, dan antikecemasan dapat menimbulkan efek samping berupa kantuk berat di siang hari. Jika keluhan ini mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna penyesuaian dosis atau mencari alternatif pengobatan lain.
4. Anemia atau kekurangan zat besi
Anemia terjadi akibat kekurangan sel darah merah atau rendahnya hemoglobin, sehingga distribusi oksigen ke tubuh menjadi tidak optimal dan memicu rasa lemas, pusing, serta kantuk. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi, terutama pada wanita dengan menstruasi berat atau orang yang jarang mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging, hati, dan sayuran hijau.
5. Waktu screen time berlebihan
Paparan cahaya biru dari layar gadget yang berlebihan, terutama menjelang waktu tidur, mengganggu produksi hormon melatonin, yang penting untuk mengatur siklus tidur kita. Hal ini menyebabkan kualitas tidur menurun, sehingga meskipun durasi tidur terasa cukup, Anda tetap akan terbangun dengan perasaan mengantuk. Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan terhadap efek negatif ini.
6. Stres dan masalah psikologis
Kondisi psikologis seperti stres, cemas berlebihan, atau depresi dapat mengganggu siklus tidur dan menurunkan kualitas istirahat secara signifikan. Banyaknya beban pikiran membuat seseorang sulit tidur nyenyak dan sering terbangun di malam hari, sehingga saat bangun pagi tubuh tetap lemas dan mengantuk karena otak belum beristirahat optimal.
Cara Mengatasi Lelah dan Kantuk Berlebih
Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa coba terapkan beberapa langkah sederhana berikut ini:
- Pastikan suasana kamar kondusif agar bisa tidur nyenyak, bukan sekadar lama.
- Kurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur untuk menjaga hormon tidur.
- Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau stretching minimal 30 menit sehari.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang dan jangan melewatkan sarapan.
- Jangan mengonsumsi kafein sebelum tidur.
- Lakukan meditasi atau relaksasi sebelum tidur untuk menenangkan pikiran.
- Konsultasikan ke dokter jika kantuk dipicu oleh efek samping obat yang sedang dikonsumsi.
Bila Anda sudah mencoba beberapa langkah sederhana di atas tetapi keluhan tidak kunjung hilang, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Sumber: Alodokter
