
MENTERI Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan di sektor umrah, haji, dan wisata halal. Hal ini disampaikan guna memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen dan masyarakat dari praktik biro perjalanan yang tidak bertanggung jawab.
Pesan tersebut ditegaskan Menteri Haji saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta, pada Jumat (26/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti kasus terbaru yang melibatkan biro perjalanan umrah dan haji, Hanania Travel, yang telah merugikan banyak jemaah.
“Hari ini sedang ramai, travel yang merugikan ratusan calon jamaah umrah. Kita tidak ingin berulang terus,” ungkap sosok yang akrab disapa Gus Irfan tersebut.
Ia menambahkan kekhawatirannya terhadap pola berulang kasus penipuan travel di Indonesia. “Tahun lalu (sebelumnya) First Travel, tahun ini Hanania. Saya tidak ingin ada lagi travel seperti itu dengan nama berbeda,” tegasnya.
- Jumlah Korban: 1.286 orang
- Total Kerugian: Rp 35.342.293.500
Platform Strategis Wisata Muslim
International Islamic Expo 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026. Mengusung tema The 16th Islamic Tourism Exchange, ajang ini menjadi platform strategis yang memfasilitasi kebutuhan ibadah dan wisata Muslim melalui pameran, seminar, serta jejaring bisnis.
Pameran internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Alia Kreasindo sebagai penyelenggara, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peserta yang hadir mencakup berbagai sektor, mulai dari maskapai penerbangan, perhotelan, penyedia visa, asuransi perjalanan, hingga penyedia transportasi dari berbagai negara.
Direktur Utama PT Alia Kreasindo, Mutia Andriastuti, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga mengedepankan pertemuan bisnis business to business (B2B).
“Kami menghadirkan dua area, yaitu international area dan domestik area. Di international area, kami menghadirkan kurang lebih 40 peserta pameran dari mancanegara, baik dari Arab Saudi maupun negara-negara Muslim lainnya,” jelas Mutia.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 119 peserta pameran yang berpartisipasi, dengan komposisi 45 persen di antaranya berasal dari luar negeri. Penyelenggara menargetkan kunjungan mencapai 25 ribu orang selama periode pelaksanaan pameran. (I-2)
