
SUHU udara di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Belgia, dan Belanda, memecahkan rekor tertinggi pada hari Jumat waktu setempat. Gelombang panas ekstrem yang bergerak ke utara dan timur ini memicu lonjakan angka kematian di Spanyol dan Prancis, serta memaksa pihak berwenang membatalkan berbagai konser dan acara publik demi keselamatan warga.
Jerman mencatat suhu tertinggi sementara sebesar 41,3 derajat Celsius di kota Saarbrücken. Sementara itu, suhu di Belgia dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius, disusul wilayah Limburg di Belanda dengan 39,4 derajat Celsius, dan Inggris yang mencatat rekor Juni sebesar 37,1 derajat Celsius.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar dari para ahli. Juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Clare Nullis, memperingatkan dampak besar terhadap kesehatan, ekosistem, pertanian, dan sektor tenaga kerja. “Sayangnya, kita harus mulai terbiasa dengan hal ini,” ujar Clare Nullis.
Ilmuwan dari World Weather Attribution menyatakan bulan Juni memanas lebih cepat daripada bulan-bulan lainnya, menjadikannya gelombang panas paling parah yang pernah tercatat di wilayah tersebut. Layanan iklim Copernicus juga mencatat Eropa merupakan benua dengan pemanasan tercepat di dunia, yakni dua kali lipat dari rata-rata global.
Dampak Fatal dan Pembatalan Massal
Di Prancis, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist menyoroti fenomena kematian di rumah yang kini menjadi perhatian khusus. Hingga saat ini, kasus kematian akibat tenggelam di Prancis telah meningkat menjadi 55 kasus, di mana dua pertiganya terjadi akibat berenang di area tanpa pengawasan. Tragedi juga menimpa anak-anak; seorang balita berusia 18 bulan meninggal akibat hipertermia setelah terjebak di dalam mobil di Marseille, menyusul insiden serupa yang menewaskan dua anak lainnya di Carpentras.
Sementara itu di Spanyol, sistem pemantauan MoMo melaporkan adanya 327 kematian yang terkait dengan cuaca panas dalam kurun waktu lima hari.
Akibat risiko kesehatan yang tinggi serta sistem rumah sakit yang mulai kewalahan, sejumlah acara besar terpaksa dibatalkan. Parade Paris Pride ditunda hingga September, dan festival musik Solidays di Prancis yang biasa menarik ratusan ribu pengunjung juga batal digelar. Di Belanda, pembatalan festival musik Defqon.1 bahkan sempat memicu protes dari para pengunjung hingga polisi harus turun tangan.
Selain sektor hiburan, infrastruktur juga terdampak. Kereta Eurostar rute Cologne menuju Paris sempat mogok di Brussels akibat panas ekstrem, menyebabkan tiga penumpang harus dilarikan ke rumah sakit. Di Swiss, pembangkit listrik tenaga nuklir Beznau terpaksa menonaktifkan kedua reaktornya karena suhu Sungai Aare terlalu panas untuk mendinginkan reaktor secara aman. Tim peneliti di Swiss juga memperingatkan bahwa cadangan musim dingin pada gletser diperkirakan habis dan mulai mencair lebih cepat dari biasanya. (BBC/Z-2)
