PBSI Sambut Anggaran Multiyears untuk Pelatnas Berkelanjutan
Ilustrasi–Sejumlah pebulu tangkis berlatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (8/2/2023).(ANTARA/M Risyal Hidayat)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan apresiasi tinggi terhadap rencana penerapan skema anggaran multiyears (tahun jamak) untuk program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan pembinaan atlet bulu tangkis Indonesia di kancah dunia.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan bahwa kepastian anggaran jangka panjang sangat krusial bagi organisasi. Menurutnya, skema ini memungkinkan PBSI menjalankan program kerja yang lebih terukur tanpa terhambat kendala administratif tahunan.

“Selama ini, PBSI telah menjalankan sistem pelatnas sepanjang tahun secara konsisten. Komitmen tersebut telah melahirkan berbagai prestasi membanggakan. Dengan dukungan ini, kami siap bekerja lebih keras untuk menjaga tradisi prestasi dan melahirkan generasi juara baru,” ujar Ricky dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (23/6).

Fondasi Mental dan Teknik

Ricky menambahkan bahwa pembinaan yang terpusat dan berkesinambungan adalah fondasi utama dalam membentuk mental juara serta meningkatkan kualitas teknik dan fisik atlet. Sinergi antara pemerintah dan federasi diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai kalender kejuaraan internasional.








Aspek Fokus Target Capaian
Program Pembinaan Terukur, komprehensif, dan berkesinambungan.
Pengembangan Atlet Peningkatan kualitas teknik, fisik, dan mental juara.
Ajang Prioritas SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.
Inovasi Pendukung Penerapan sport science dan sport medicine secara maksimal.

Optimalisasi Sport Science

Senada dengan Ricky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyoroti pentingnya kepastian anggaran terhadap aspek teknis di lapangan. Ia menjelaskan bahwa pengembangan atlet profesional saat ini tidak bisa dilepaskan dari dukungan sains olahraga.

“Dukungan multiyears memungkinkan kami merancang program berdasarkan siklus pembinaan dan target prestasi yang jelas, bukan sekadar orientasi jangka pendek,” kata Eng Hian.

Ia merinci beberapa pilar utama yang akan diperkuat melalui skema ini:

  • Sport Science & Medicine: Analisis performa atlet secara mendalam.
  • Manajemen Cedera: Program pencegahan dan pemulihan yang lebih sistematis.
  • Regenerasi: Memastikan transisi atlet muda ke level senior berjalan mulus.

Eng Hian optimistis bahwa dengan dukungan anggaran yang stabil, daya saing Indonesia akan semakin kuat di tengah ketatnya persaingan bulu tangkis global.

PBSI meyakini bahwa kolaborasi solid antara pemerintah, federasi, atlet, dan pelatih akan menjadi kunci utama dalam menjaga supremasi bulu tangkis Indonesia di panggung internasional. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *