
KEMENTERIAN Intelijen Iran mengumumkan keberhasilan operasi pengamanan dengan menangkap 17 orang yang dituduh terlibat dalam jaringan sabotase internasional. Para tersangka diduga bekerja sebagai tentara bayaran untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa (23/6/2026), operasi penangkapan ini dilakukan di wilayah barat Iran. Langkah ini merupakan bagian dari pengetatan keamanan nasional yang tengah dilakukan pemerintah Teheran guna menangkal ancaman eksternal.
Kementerian Intelijen menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini berawal dari pemantauan intelijen yang intensif serta adanya laporan proaktif dari masyarakat. Fokus utama operasi berada di Provinsi Ilam, di mana otoritas berhasil mengidentifikasi tiga orang yang diduga kuat sebagai pemimpin lapangan jaringan tersebut.
- 3 blok bahan peledak TNT
- 1 pucuk senapan Kalashnikov
- 1 butir granat
- Sejumlah senjata tajam (golok)
Para tersangka dituduh melakukan serangkaian aktivitas berbahaya yang mengancam stabilitas negara. Kegiatan tersebut mencakup perusakan fasilitas umum, aksi pembakaran, penembakan, hingga pembuatan video propaganda yang bertujuan menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat.
Selain tiga pemimpin kelompok, 14 orang lainnya turut diamankan karena diduga berperan sebagai anggota aktif dalam sel sabotase tersebut. Hingga saat ini, identitas para tersangka masih dirahasiakan oleh pihak berwenang demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Penangkapan ini menandai meningkatnya kewaspadaan keamanan di Iran. Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional, terutama yang memiliki keterkaitan dengan jaringan intelijen asing di wilayah perbatasan. (Fer/I-1)
