Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Bandung Petakan Wilayah Krisis Air Bersih
Bupati Bandung Dadang Supriatna sudah menginstruksikan Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk segera melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Mereka juga diharuskan menyiapkan langkah-langkah mitigasi sejak dini.(Dok. Istimewa)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung mulai memperkuat langkah mitigasi guna menghadapi ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino. Fokus utama diarahkan pada pengamanan pasokan air bersih bagi masyarakat serta ketersediaan air untuk sektor pertanian.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, secara instruksif telah meminta Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk segera melakukan pemetaan wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami kekurangan air bersih. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini agar krisis air tidak meluas saat puncak musim kemarau tiba.

“Kita harus siap dari sekarang. Daerah-daerah yang berpotensi terdampak harus dipetakan dan dicarikan solusinya agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” tegas Dadang Supriatna, Selasa (23/6).

Mitigasi Layanan SPAM dan Sektor Pertanian

Berdasarkan hasil pemetaan sementara, sejumlah wilayah pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) diprediksi akan terdampak jika durasi musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan normal. Kondisi ini berpotensi memengaruhi distribusi air bersih kepada ribuan pelanggan di bawah naungan Perumda Tirta Raharja.

Selain fokus pada air minum, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Ia menginstruksikan sejumlah instansi terkait untuk memperkuat koordinasi, di antaranya:

  • Dinas Pertanian
  • Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR)
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
  • Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum

Koordinasi ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian warga. Dadang berharap, dengan langkah antisipasi yang terintegrasi sejak dini, dampak negatif El Nino terhadap ketahanan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Bandung dapat diminimalkan secara signifikan. (SG/I-1)

Fokus Mitigasi Pemkab Bandung:







Sektor Langkah Strategis
Air Bersih Pemetaan wilayah rawan krisis air oleh Perumda Tirta Raharja.
Pertanian Koordinasi ketersediaan air irigasi bersama BBWS Citarum dan Dinas PUTR.
Bencana Kesiapsiagaan BPBD dalam penanganan dampak kekeringan ekstrem.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *