
ORANGTUA sering kali merasa panik saat anak mengalami demam tinggi secara tiba-tiba. Namun, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan jika demam tersebut muncul tanpa disertai gejala umum seperti batuk, pilek, atau diare. Kondisi ini patut dicurigai sebagai tanda Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi lulusan FKUI, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro, menjelaskan bahwa pada bayi di bawah usia 24 bulan, gejala ISK yang paling sering muncul adalah demam tanpa sumber yang jelas. Hal ini sering kali mengecoh orangtua yang biasanya mengaitkan demam dengan infeksi saluran pernapasan atau gangguan pencernaan.
“Kita punya anak datang demam, tidak ada batuk, tidak ada pilek, tidak ada diare, tidak ada muntah, tiba-tiba demam. Hati-hati, mungkin itu adalah infeksi saluran kemih,” ujar Henny dalam sebuah diskusi kesehatan ginjal di Jakarta, dikutip Minggu (21/6).
Mengenali Gejala Berdasarkan Usia
Menurut Henny yang juga berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah, gejala ISK bervariasi tergantung pada kelompok usia anak. Pada bayi baru lahir (neonatus), gejalanya cenderung lebih samar dan sulit dikenali dibandingkan anak yang sudah lebih besar.
Berikut adalah rangkuman gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak berdasarkan kategori usia:
| Kelompok Usia | Gejala Utama yang Perlu Diwaspadai |
|---|---|
| Neonatus (Bayi < 1 bulan) | Kuning berkepanjangan, infeksi berat tanpa penyebab jelas. |
| Bayi & Balita (< 24 bulan) | Demam tinggi (38,5°C – 40°C) tanpa batuk/pilek, gagal tumbuh, atau berat badan tidak naik. |
| Anak Usia > 2 tahun | Sakit perut, nyeri saat buang air kecil (pipis), anyang-anyangan, frekuensi pipis meningkat drastis. |
Perubahan Urine dan Risiko Komplikasi
Selain demam dan perilaku anak, Henny mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kondisi fisik urine anak. Urine yang tampak keruh atau memiliki aroma yang lebih menyengat dari biasanya bisa menjadi indikator kuat adanya infeksi.
Jika infeksi sudah mencapai tahap yang lebih berat, gejala dapat berkembang menjadi nyeri punggung bawah, muntah, hingga diare. Dokter yang terhimpun dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menekankan bahwa ISK adalah salah satu pemicu paling umum gangguan ginjal pada anak. (Ant/Z-1)
Pesan Penting: Deteksi dini dan penanganan segera sangat krusial untuk mencegah kerusakan ginjal permanen atau komplikasi lebih lanjut pada masa pertumbuhan anak.
