
TIM Senam Aerobik Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang internasional 11th Aerobic Korea Terbuka 2026 yang berlangsung di Gijang Gymnasium, Busan, Korea Selatan, pada 12–14 Juni 2026. Meski datang bukan sebagai tim unggulan, para atlet Merah Putih berhasil menembus jajaran empat besar di tengah persaingan ketat atlet-atlet elite dunia.
Kejuaraan bergengsi ini diikuti oleh sejumlah negara kuat di cabang senam, antara lain tuan rumah Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Vietnam, Tailan, Australia, Hong Kong, Mongolia, hingga Slovakia.
Keberhasilan Indonesia bersaing di papan atas menjadi kejutan manis, mengingat Korea Selatan merupakan salah satu kiblat kekuatan senam aerobik dunia dengan standar kesulitan (difficulty score) yang sangat tinggi.
Pelatih Tim PON DKI Jakarta, Dr. Fahmy Fachrezzy, menyatakan kepuasannya atas performa para atlet.
“Kami cukup puas dengan prestasi yang diraih tim Indonesia. Event internasional ini menjadi pengalaman berharga bagi para atlet yang bertanding di luar negeri,” ujarnya saat dihubungi.
Dominasi Kaleb Wisnu dan Performa Mixed Pair
Kaleb Wisnu Christian menjadi salah satu bintang lapangan. Bertanding di kategori Perorangan Putra, Kaleb memukau juri internasional dengan koreografi bertema Michael Jackson. Ia berhasil melaju ke babak final 8 besar dan mengakhiri kompetisi di peringkat keempat dengan total skor 18.200.
Menariknya, skor Kaleb sebenarnya identik dengan perolehan pesenam Tiongkok, Sun Jianyu, yang menempati posisi ketiga. Namun, berdasarkan regulasi penilaian internasional terkait indikator teknis tertentu, Kaleb harus puas berada di posisi keempat di bawah dua wakil tuan rumah dan Tiongkok.
Kaleb juga menunjukkan taringnya di kategori Pasangan (Mixed Pair) bersama Wulan Septiani. Pasangan yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini sukses menduduki peringkat keempat dunia dengan skor 16.000.
Potensi Debutan Muda
Di kategori Remaja Putri (Youth), Indonesia menurunkan Shakylla Azahra Wibowo. Sebagai debutan di level internasional, Shakylla berhasil menempati peringkat ketujuh dengan skor 15.050. Nama Shakylla sebelumnya mulai mencuri perhatian saat menjuarai Jakarta Open Gymnastics 2025.
“Shakylla punya potensi besar. Dia berani tampil di depan publik luas dan performanya bahkan lebih memukau dibandingkan saat latihan,” tambah Fahmy.
Hasil Pertandingan Tim Indonesia di 11th Aerobic Korea Open 2026
| Kategori | Atlet | Skor | Peringkat |
|---|---|---|---|
| Perorangan Putra | Kaleb Wisnu Christian | 18.200 | 4 |
| Mixed Pair | Kaleb Wisnu & Wulan Septiani | 16.000 | 4 |
| Remaja Putri (Youth) | Shakylla Azahra Wibowo | 15.050 | 7 |
Evaluasi dan Harapan untuk PB Persani
Meski meraih hasil positif, tim pelatih tetap akan melakukan evaluasi mendalam. Fokus utama ke depan adalah mempertajam eksekusi teknik, meningkatkan nilai artistik koreografi, serta menambah tingkat kesulitan gerakan (difficulty).
Fahmy menekankan pentingnya dukungan sistematis bagi para atlet yang kini berada di usia emas. Ia berharap keberhasilan ini memicu kolaborasi pembinaan yang lebih kuat di tingkat nasional.
“Kami yakin dengan kemampuan program Sport Science yang kami miliki, kami dapat mencapai progres luar biasa. Namun, tantangan saat ini adalah kurangnya kolaborasi pembinaan nasional dan minimnya agenda program jangka panjang. Kami berharap hal ini menjadi perhatian serius bagi PB Persani agar regenerasi bibit muda tidak terhambat,” pungkasnya. (Z-1)
