Perundingan AS-Iran di Swiss, Kesepakatan Damai Final Ditargetkan dalam 60 Hari
Ilustrasi(Anadolu)

HUBUNGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mengalami kemajuan signifikan dalam perundingan yang berlangsung di resor pegunungan Burgenstock, Swiss. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesimpulan bahwa diplomasi adalah satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Al Arabiya di Kairo, Minggu (21/6), Dar menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan akhir akan segera tercapai, meskipun ia mengakui fase perundingan selanjutnya antara Washington dan Teheran akan jauh lebih sulit.

Poin Utama Kesepakatan Sementara:

  • Pengurangan tingkat pengayaan persediaan nuklir Iran.
  • Pembebasan biaya transit dan layanan di Selat Hormuz selama periode 60 hari.
  • Pembentukan tiga tim teknis untuk membahas nuklir, aset Iran yang dibekukan, dan situasi di Lebanon.

Kelompok Teknis dan Target 60 Hari

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengungkapkan bahwa para pihak yang berunding telah sepakat membentuk kelompok teknis khusus. Kelompok ini bertugas merumuskan syarat-syarat perjanjian damai final yang ditargetkan rampung dalam waktu 60 hari sejak dimulainya negosiasi.

“Pembentukan kelompok teknis ini mencerminkan komitmen seluruh pihak untuk berunding dengan itikad baik guna mencapai kesepakatan yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Al-Ansari sebagaimana dikutip dari Sputnik.

Mediasi Pakistan dan Qatar

Perundingan tingkat tinggi ini dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance dari pihak Amerika, serta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dari pihak Iran. Pakistan bertindak sebagai mediator utama dalam pertemuan yang menyusul penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu (17/6) lalu.

Selain isu nuklir, fokus utama tim teknis di Swiss saat ini adalah mekanisme pengembalian aset Iran yang dibekukan serta upaya de-eskalasi di Lebanon. Langkah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya transit diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi stabilitas ekonomi global, termasuk bagi penguatan nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap tekanan eksternal.

Saat ini, delegasi dari kedua negara masih berada di Swiss untuk melanjutkan pembicaraan tertutup guna menyusun rincian teknis yang akan menjadi landasan hukum bagi perjanjian damai permanen tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Anadolu/Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *