Festival Depok Heritage 2026: Menelusuri Kawasan Bersejarah Depok Lama
Jembatan Panus yang merupakan peninggalan zaman Belanda di Kawasan Depok Lama.( ANTARA/Feru Lantara.)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) resmi menggelar Festival Depok Heritage 2026. Perhelatan budaya yang berlangsung pada 27-28 Juni 2026 ini dipusatkan di kawasan bersejarah Depok Lama, sebuah wilayah yang menyimpan memori kolektif tentang asal-usul dan identitas kota.

Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok, Startik Sartika, menjelaskan bahwa festival ini mengambil rute dari Jalan Pemuda hingga kawasan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC). Fokus utama kegiatan ini adalah mengenalkan kembali sejarah “Kaum Depok” kepada generasi muda sekaligus memperkuat narasi keberagaman yang menjadi fondasi kota.

Rangkaian Kegiatan Festival Depok Heritage 2026

Festival ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang edukatif sekaligus menghibur bagi warga dan wisatawan. Berikut adalah beberapa agenda utama yang dapat dinikmati pengunjung:

  • Bazar UMKM: Sebanyak 50 pelaku UMKM lokal memamerkan produk unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk fesyen.
  • Pameran Foto Heritage: Bertempat di Depok Historical Studio, pengunjung dapat melihat dokumentasi visual perjalanan sejarah Depok dari masa ke masa.
  • Festival Art Depok Lama: Para seniman lokal berkolaborasi membuat mural yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat dan arsitektur kolonial di kawasan tersebut.
  • Parade Budaya: Ratusan warga Kaum Depok mengenakan busana tempo dulu melakukan parade dari Jalan Pemuda menuju YLCC, menghidupkan kembali suasana masa lalu.
  • Depok Lama Tembang Kenangan: Acara nostalgia yang menghadirkan lagu-lagu populer era 1970-an hingga 1980-an.

Catatan Sejarah: Pada tanggal 28 Juni 2026, rangkaian acara juga bertepatan dengan Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok yang dilaksanakan secara internal oleh YLCC di GPIB Immanuel Depok.

Menjaga Identitas di Tengah Modernisasi

Kawasan Depok Lama bukan sekadar deretan bangunan tua, melainkan simbol toleransi dan gotong royong. Melalui Festival Depok Heritage, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya datang untuk mencari hiburan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki.

Keterlibatan seniman dalam pembuatan mural dan partisipasi aktif warga dalam parade budaya menunjukkan bahwa sejarah Depok adalah aset hidup yang terus berkembang. Dengan merawat jejak panjang Kaum Depok, identitas kota tetap terjaga di tengah arus modernisasi yang pesat. (Ant/I-1)

Tabel Ringkasan Acara







Waktu Agenda Utama Lokasi
27 Juni (Siang-Sore) Bazar UMKM, Pameran Foto, Parade Budaya Jl. Pemuda – YLCC
27 Juni (Malam) Tembang Kenangan & Koplo Disko Kawasan Depok Lama
28 Juni HUT 312 Thn Jemaat Masehi Depok & Mural Art GPIB Immanuel & Depok Historical Studio



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *