
PENYANYI muda berbakat, Fajar Noor, resmi menandai langkah besarnya di industri musik tanah air dengan merilis album penuh perdana bertajuk Sementara, Selamanya. Dalam proses kreatif pembuatan album ini, Fajar secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Afgansyah Reza atau yang akrab disapa Afgan sebagai salah satu inspirasi utamanya.
Pelantun lagu Tahta Hatiku #Pendampingmu ini mengaku bahwa gaya bermusik dan aransemen yang dibawakan Afgan memberikan pengaruh signifikan terhadap seleranya. Fajar sering kali mendengarkan karya-karya Afgan untuk mencari referensi aransemen yang tepat bagi lagu-lagunya sendiri.
“Karena aku suka banget sama Kak Afgan. Jadi memang kadang ada beberapa yang aku denger lagu itu cocok banget buat aku, dan aku kayaknya pingin deh, pingin punya aransemen musik kayak Kak Afgan,” ujar Fajar dalam acara temu media di Jakarta, dikutip Senin (22/6).
Siklus Cinta dalam Delapan Lagu
Album Sementara, Selamanya bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah narasi tentang siklus jatuh cinta yang dikemas dari sudut pandang personal. Fajar merangkum berbagai fase emosional yang kerap dialami banyak orang, mulai dari indahnya jatuh cinta, munculnya konflik, rasa kehilangan, hingga fase patah hati yang mendalam.
Melalui delapan lagu yang dihadirkan, Fajar juga menyentuh sisi sentimentil tentang hubungan yang terasa menggantung atau belum benar-benar selesai. Berikut adalah daftar lagu yang mengisi album perdana Fajar Noor:
| No. | Judul Lagu | Tema/Fase |
|---|---|---|
| 1 | Yang Kutuju | Awal Perjalanan/Tujuan |
| 2 | Tahta Hatiku #Pendampingmu | Komitmen/Kasih Sayang |
| 3 | Satu Satunya | Dedikasi Cinta |
| 4 | Salah Apa Aku | Konflik/Pertanyaan |
| 5 | Tuhan Tau Kita Saling Cinta | Keyakinan/Takdir |
| 6 | Jangan Datang Saat Kesepian | Ketegasan/Luka |
| 7 | Sembuh Tanpaku | Keikhlasan/Pelepasan |
| 8 | 8 | Penutup/Simbolis |
Rencana Masa Depan: Showcase Perdana
Setelah sukses meluncurkan album fisiknya, Fajar Noor tidak ingin berhenti begitu saja. Ia menargetkan untuk segera menyapa para pendengarnya secara langsung melalui sebuah pertunjukan musik atau showcase.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang untuk mempresentasikan karya-karyanya secara lebih intim.
“Bismillah ya. Semoga, pingin banget buat showcase,” pungkasnya penuh harap. (Ant/Z-1)
