Ratusan Barang Penumpang Kereta yang Tertinggal Dikembalikan
pengembalian barang penumpang kereta yang tertinggal oleh KAI(Dok.Humas Daop Cirebon)

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat ratusan penemuan barang tertinggal di wilayah kerja mereka. Mulai Januari-20 Juni 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah mencatat 438 kasus penemuan barang tertinggal baik di stasiun maupun di dalam rangkaian KA. Jenis barang yang tertinggal, mulai dari laptop, tablet, nintendo switch, koper, dompet, surat-surat penting, uang tunai, ponsel, smartwatch hingga emas.  Nilai estimasi barang tersebut mencapai Rp 477.514.000 juta rupiah. 

“Seluruh penemuan barang tertinggal tersebut telah dikembalikan kepada pemiliknya, ” tutur Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, Sabtu (20/6). 

Dijelaskan Muhibbuddin Layanan Lost and Found merupakan pelayanan yang diberikan KAI kepada pengguna jasa kereta api yang kehilangan atau tertinggal di dalam kereta api maupun di lingkungan stasiun.

Untuk penumpang yang merasa kehilangan barang,ia mengimbau untuk melaporkan barang mereka yang hilang kepada kondektur yang sedang berdinas di dalam KA, ataupun petugas pengamanan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang sedang berdinas di stasiun.

“Bisa juga melaporkan kehilangan barang melalui Contact Center KAI 121, ” tutur Muhibbuddin. 

Setelah penumpang kereta api melakukan pelaporan kehilangan barang, selanjutnya KAI akan melakukan pencarian barang tersebut. Apabila barang tersebut dapat ditemukan saat itu juga akan langsung dikembalikan kepada pelapor.

“Jika barang belum bisa ditemukan, akan dilakukan konfirmasi melalui telepon kepada pelapor terkait progres penanganan barang hilang tersebut, ” tutur Muhibbuddin.

Ia menjelaskan jika ditemukan barang milik penumpang di dalam kereta api ataupun di lingkungan stasiun, KAI akan langsung memberikan pengumuman penemuan barang tersebut melalui pengeras suara. Setelah dilakukan pengumuman, tidak ada pihak yang mengambil barang, kata dia, barang akan disimpan di pos pengamanan stasiun. Selanjutnya, barang yang ditemukan tersebut akan diberi label barang temuan, serta diverifikasi dan diinput datanya ke dalam Database Lost and Found yang dimiliki oleh KAI. 

Dengan melakukan input barang temuan tersebut ke dalam Database Lost and Found, petugas dapat mempermudah dalam pencarian barang hilang sesuai dengan ciri maupun spesifikasi barang yang telah dilaporkan oleh para penumpang.

“Sistem pendataan lost and found KAI sudah terhubung secara online dan bisa diakses di berbagai stasiun, sehingga pelapor yang merasa kehilangan barang dapat melaporkan barang tersebut di seluruh stasiun,” tutur Muhibbuddin. 

Muhibbuddin mengimbau kepada penumpang agar tidak membawa barang bawaan yang berlebihan dan menjaga barang bawaannya agar tidak tertinggal di stasiun maupun dalam rangkaian kereta. 

“Pastikan kembali seluruh barang bawaan yang ada di area tempat duduk dan bagasi agar tidak tertinggal,” tutur Muhibbuddin. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *