Penjelasan Tuan Guru Bajang: Membela Iran bukan Berarti Pro-Syiah
(Instagram)

DALAM suatu pernyataan terbaru, Muhammad Zainul Majdi atau dikenal juga Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan klarifikasi tegas mengenai sikapnya yang sering membela Iran. TGB menekankan bahwa memberikan dukungan terhadap Iran tidak serta-merta membuat seseorang menjadi pro-Syiah atau berpindah keyakinan menjadi penganut Syiah. Menurutnya, ini merupakan dua hal yang berbeda secara fundamental.

Tuan Guru menjelaskan posisinya sebagai seorang Suni dengan argumentasi yang mendalam. Ia menyatakan bahwa secara spiritual, menjadi seorang Suni memberikan keberkahan yang utuh karena mencakup rasa cinta kepada Ahlul Bait (keluarga Nabi) sekaligus cinta kepada para sahabat Nabi (hubbu sahabah).

Perbedaan Perspektif Suni dan Syiah

Ia memaparkan bahwa dalam pandangan Suni, penghormatan diberikan secara menyeluruh baik kepada keluarga maupun sahabat Rasulullah SAW. Sebaliknya, ia menilai dalam tradisi Syiah, kecintaan terhadap sahabat masih cenderung dipilah-pilah. Oleh karena itu, ia merasa tidak ada alasan bagi seorang Suni untuk beralih keyakinan.

“Kalau saya sebagai seorang Suni, kalau sudah Suni itu rugi menjadi Syiah. Karena kalau Suni itu hubbu Ahlul Bait-nya dapat, hubbu sahabah-nya juga dapat, jadi utuh,” ungkapnya.

Persaudaraan Islam dan Marwah Perjuangan

Meskipun terdapat perbedaan teologis, Tuan Guru mengingatkan bahwa penganut Syiah tetaplah saudara sesama Muslim selama memegang teguh kalimat La ilaha illallah. Mengutip ayat Al-Qur’an, “Innamal mu’minuna ikhwah” (Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara), ia mengajak umat untuk melihat gambaran besar perjuangan Islam di kancah global.

Ia memberikan apresiasi terhadap keberanian Iran dan kelompok Syiah dalam mempertahankan marwah Islam di tengah fenomena wahn (cinta dunia dan takut mati) yang mulai merajalela di sebagian dunia Suni. Menurutnya, semangat kesyahidan (ruhu syahadah) yang ditunjukkan mereka merupakan perwakilan dari harga diri umat Islam saat ini.

Pesan Kewaspadaan: Tuan Guru mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun-akun di media sosial yang terus meniupkan narasi perpecahan antarumat Islam. Ia memperingatkan bahwa upaya memecah belah adalah strategi proksi Dajjal yang bertujuan melemahkan kekuatan Islam dari dalam.

Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

Menutup penjelasannya, Tuan Guru mengajak umat Islam untuk memperkuat doa perlindungan dari fitnah, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk berlindung dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Al-Masihid Dajjal.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam spekulasi negatif dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah situasi geopolitik dunia yang kian memanas. Persatuan menjadi kunci utama menjaga kedaulatan umat.

“Jangan mau dipecah belah oleh siapapun. Umat Muhammad itu satu,” tandasnya. (I-2) 





Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *