
GELOMBANG kepulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung. Hingga Sabtu (20/6), sebanyak 127.709 jemaah yang tergabung dalam 329 kelompok terbang (kloter) haji 2026 telah tiba kembali di Tanah Air, atau sekitar 62% dari total kuota keseluruhan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menjelaskan hingga Sabtu (20/6), sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Jumlah tersebut terdiri atas 103.687 jemaah dan 1.066 petugas, sehingga total yang dipulangkan melalui Jeddah mencapai 104.753 orang.
Sementara itu, melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, tercatat 70 kloter telah diberangkatkan dengan membawa 26.898 jemaah dan 281 petugas (total 27.179 orang).
Kemenhaj RI mengajak jemaah haji menjadikan momentum kepulangan dari Tanah Suci sebagai langkah awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Maria menyampaikan nilai-nilai yang tumbuh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan, perlu terus dijaga setelah jemaah kembali ke Tanah Air.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria di Mekah, Sabtu (20/6).
Menurut Maria, kepatuhan dan kedisiplinan jemaah selama proses pemulangan turut menentukan kelancaran pelayanan. Kemenhaj pun mengapresiasi sikap kooperatif jemaah yang mematuhi ketentuan penerbangan, termasuk larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin.
“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing, sehingga jemaah tidak perlu membawanya di dalam koper,” jelasnya.
Maria juga mengingatkan jemaah agar senantiasa menjaga paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan dokumen penting lainnya sepanjang perjalanan. Jemaah diminta tidak menitipkan dokumen kepada pihak yang tidak berkepentingan serta segera melapor kepada petugas jika menemui kendala atau kehilangan.
Selain dokumen perjalanan, jemaah diimbau memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan hotel, bus, maupun area bandara. Koper dan tas kabin juga harus dilengkapi identitas yang jelas demi memudahkan pengenalan saat tiba di Indonesia.
“Menjelang kepulangan, jangan sampai rasa gembira membuat jemaah lengah. Pastikan dokumen selalu berada dalam pengawasan, periksa kembali barang bawaan, dan ikuti seluruh arahan petugas sampai tiba di daerah masing-masing,” pesan Maria.
Di sisi lain, pergerakan jemaah dari Mekah menuju Madinah masih terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 226 kloter yang terdiri dari 86.592 jemaah dan 904 petugas (total 87.496 orang) telah diberangkatkan. Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia berjumlah 15.802 orang, terdiri dari 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Apresiasi tinggi disampaikan Maria kepada seluruh jemaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas sektor, serta seluruh unsur pendukung yang terus bekerja memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Penghargaan juga dialamatkan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan seluruh otoritas terkait atas dukungan serta kerja sama yang solid selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik,” kata Maria. (H-3)
