
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau seluruh peserta unjuk rasa yang menggelar aksi di sejumlah titik strategis ibu kota pada Jumat (19/6) untuk menjaga ketertiban. Pramono menekankan agar massa tidak merusak fasilitas umum selama menyampaikan aspirasi.
“Yang paling penting, ungkapan untuk ekspresi ini jangan kemudian merusak fasilitas umum,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat. Ia menegaskan bahwa fasilitas umum adalah milik seluruh warga Jakarta, sehingga kerusakan yang terjadi hanya akan merugikan masyarakat luas.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lima titik konsentrasi massa yang berpotensi memicu kepadatan lalu lintas di Jakarta Pusat hari ini, yakni kawasan Monas, Gedung DPR/MPR, Bundaran HI, Tugu Tani, dan Kementerian Keuangan. Sebanyak 4.264 personel gabungan kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Inspektur Satu (Iptu) Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa rangkaian aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB oleh Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan. Aksi berlanjut di depan Gedung DPR/MPR oleh Kepresma Universitas Trisakti pada pukul 10.00 WIB, serta aksi mahasiswa di Bundaran HI pada pukul 11.00 WIB.
Memasuki siang hari pukul 13.00 WIB, massa dari Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Tugu Tani dan kantor Kementerian Keuangan.
“Saya betul-betul mengimbau, meminta, siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum. Itu saja,” tegas Pramono.
Panduan Jalur Alternatif:
- Arah Sudirman-Thamrin: Gunakan Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Fachrudin, atau kawasan Tanah Abang dan Cideng.
- Arah Monas-Tugu Tani: Melalui Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, atau Jalan Salemba Raya.
- Arah DPR/MPR Senayan: Manfaatkan Tol Dalam Kota atau jalur alternatif Jalan Palmerah Utara dan Jalan Asia Afrika.
- Arah Pasar Baru-Lapangan Banteng: Hindari depan Kemenkeu, gunakan Jalan Industri atau Jalan Gunung Sahari.
Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk menghindari ruas-ruas jalan yang menjadi titik aksi guna menghindari terjebak kemacetan panjang. Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan situasi lalu lintas terkini melalui kanal informasi resmi. (Z-10)
