
WALI Kota Palu, Hadianto Rasyid membahas perkembangan kota pascagempa yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palu memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Mulai hari ini, kami meniadakan sementara kegiatan belajar tatap muka untuk anak-anak sekolah dasar. Sebagai gantinya, sekolah melaksanakan pembelajaran daring. Kami akan mengevaluasi kebijakan ini dalam dua hari ke depan sambil melihat perkembangan kondisi,” ujar Hadianto seusai memimpin rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (17/6).
Hadianto menjelaskan, bahwa langkah ini bertujuan agar anak-anak mendapatkan pendampingan dari keluarga. Selain itu, kebijakan ini memastikan seluruh aktivitas pendidikan nantinya dapat berjalan kembali secara normal dan aman setelah gempa Palu.
Terkait kondisi infrastruktur bangunan di Kota Palu, Wali Kota memastikan tidak ada kerusakan signifikan akibat gempa Palu. Petugas di lapangan melaporkan situasi secara umum aman terkendali.
“Alhamdulillah, tidak ada kerusakan signifikan. Memang terdapat beberapa kerusakan ringan, namun sifatnya wajar. Kita bersyukur Kota Palu secara umum berada dalam kondisi yang baik,” ungkapnya.
Mengenai dampak gempa Palu terhadap warga, tercatat dua orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis dengan baik. Korban pertama merupakan seorang anak yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit akibat menginjak pecahan beling.
Sementara itu, korban kedua mengalami luka ringan akibat tertimpa runtuhan plafon. Hadianto memastikan kondisi kedua korban gempa Palu saat ini sudah membaik. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Palu belum menetapkan status darurat atau status khusus tertentu. Kebijakan ini merujuk pada hasil pemantauan intensif dan data resmi dari BMKG yang belum mengeluarkan rekomendasi status khusus.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Palu bersama seluruh unsur terkait tetap mengoptimalkan pemantauan situasi di lapangan dan memperbarui informasi berkala dari BMKG. Hadianto meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan hanya memercayai informasi dari sumber yang valid.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Aktivitas kegempaan terus dipantau secara intensif oleh BMKG, jadi mari kita bersama-sama memberikan rasa aman, terutama kepada anak-anak kita,” pungkas Wali Kota. (H-4)
