SEJARAH besar berpeluang tercipta di panggung Piala Dunia pada hari ini, Rabu (17/6). Mantan talenta muda Manchester United, Zidane Iqbal, bersiap mengukir tinta emas yang tidak hanya bermakna bagi negara yang ia bela, Irak, tetapi juga bagi jutaan pasang mata di Pakistan.
Gelandang klub Utrecht berusia 23 tahun ini dipastikan akan menjadi pemain keturunan Pakistan pertama yang merumput di Piala Dunia. Meski membela panji Singa Mesopotamia (julukan timnas Irak), kehadiran Iqbal menjadi simbol kebanggaan bagi Pakistan, negara dengan populasi lebih dari 240 juta jiwa yang tim nasionalnya belum pernah mencicipi atmosfer Piala Dunia.
Simbol Dua Bangsa di Sepatu
Lahir dan besar di Manchester, Iqbal memiliki darah Pakistan dari sang ayah dan Irak dari ibunya. Identitas ganda ini ia bawa dengan bangga ke atas lapangan hijau. Dalam wawancaranya, Iqbal mengungkapkan bahwa ia selalu mengenakan bendera kedua negara di sepatunya.
“Saya mengenakan bendera Irak di sisi kiri dan bendera Pakistan di sisi kanan. Saya menghormati kedua belah pihak keluarga saya. Bagi saya, keduanya setara dan saya membawanya dengan penuh kebanggaan,” ujar Iqbal kepada BBC Sport.
Iqbal mengaku sempat terkejut saat mengetahui fakta bahwa dirinya akan menjadi pemain keturunan Pakistan pertama di Piala Dunia.
“Jujur, saya bahkan tidak mengetahuinya sendiri sampai melihat sebuah unggahan di media sosial dan langsung mengirimkannya kepada ayah saya,” tambahnya.
- Usia: 23 Tahun
- Klub Saat Ini: FC Utrecht (Eredivisie)
- Posisi: Gelandang
- Karier Sebelumnya: Akademi Manchester United
- Prestasi: Pemain Asia Selatan Britania pertama yang bermain di Liga Champions (bersama MU).
Inspirasi bagi Diaspora Pakistan
Pakistan, saat ini, berada di peringkat 198 FIFA, masuk dalam jajaran 15 negara dengan performa terburuk di dunia sepak bola. Namun, keberhasilan Iqbal menembus level tertinggi memberikan harapan baru bagi talenta muda di Asia Selatan maupun diaspora di Inggris.
Ahmed Shahzad, pengelola platform Pakistani Talents, menyebut bahwa seluruh penggemar sepak bola di Pakistan kini memberikan dukungan penuh kepada Irak demi Zidane Iqbal.
“Melihat seseorang merangkul identitasnya secara terbuka seperti Zidane membuat mimpi menjadi pesepak bola profesional terasa lebih nyata bagi kami yang berlatar belakang Pakistan,” ungkapnya.
Misi Irak “Mengejutkan Dunia”
Irak kembali ke Piala Dunia setelah penantian panjang selama 40 tahun. Terakhir kali mereka tampil adalah pada edisi Meksiko 1986. Uniknya, sejarah itu berulang di lokasi yang sama, Meksiko.
Tugas berat menanti Iqbal dan kawan-kawan di fase grup. Mereka tergabung bersama raksasa Prancis, Norwegia yang diperkuat Erling Haaland dan Martin Odegaard, serta finalis Piala Afrika, Senegal. Namun, Iqbal optimistis status underdog akan menguntungkan mereka.
| Lawan Irak di Grup | Pemain Kunci Lawan |
|---|---|
| Prancis | Kylian Mbappe |
| Norwegia | Erling Haaland, Martin Odegaard |
| Senegal | Sadio Mane (Konteks Skuad) |
“Kami pergi ke sana tanpa tekanan. Jika kami kalah, orang memang mengharapkan itu. Tapi jika kami menang, kami akan mengejutkan dunia,” pungkas Iqbal dengan penuh keyakinan. (bbc/Z-1)
