
DUNIA sepak bola internasional kembali menyoroti langkah strategis Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) yang resmi menunjuk Herve Renard sebagai pelatih kepala baru. Penunjukan ini bukanlah tanpa alasan; Renard adalah sosok yang memiliki reputasi mentereng sebagai pelatih spesialis turnamen internasional, khususnya di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Dikenal dengan kemeja putih ikoniknya di pinggir lapangan, pelatih asal Prancis ini membawa harapan besar bagi publik Tunisia untuk mengembalikan kejayaan Carthage Eagles di kancah regional maupun global. Berikut adalah profil mendalam mengenai perjalanan karier dan filosofi kepelatihan Herve Renard.
Rekam Jejak dan Karier Awal
Herve Jean-Marie Roger Renard lahir pada 30 September 1968 di Aix-les-Bains, Prancis. Sebelum dikenal sebagai pelatih elite, ia memiliki karier sebagai pemain bertahan di beberapa klub Prancis seperti Cannes, Stade de Vallauris, dan SC Draguignan. Namun, karier kepelatihannya jauh lebih bersinar daripada masa-masa bermainnya.
Renard memulai debut kepelatihannya di SC Draguignan sebelum akhirnya menjadi asisten Claude Le Roy, sosok yang banyak memengaruhi gaya kepelatihannya. Pengalaman pertamanya di Afrika dimulai saat ia menangani timnas Zambia, yang kemudian menjadi titik balik besar dalam hidupnya.
Spesialis Penakluk Benua Afrika dan Arab
Reputasi Renard sebagai pelatih jempolan terbangun berkat keberhasilannya meraih trofi di kondisi yang menantang. Ia mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama yang menjuarai Piala Afrika (AFCON) dengan dua negara berbeda:
- Zambia (2012): Membawa tim yang tidak diunggulkan menjadi juara setelah mengalahkan Pantai Gading di final.
- Pantai Gading (2015): Mengakhiri dahaga gelar “The Elephants” selama 23 tahun.
Setelah sukses di Afrika, Renard merambah ke kawasan Arab. Ia menangani Maroko (2016-2019) dan berhasil membawa “Singa Atlas” kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun. Kesuksesannya berlanjut saat ia melatih Arab Saudi (2019-2023). Di bawah arahannya, Arab Saudi mencatatkan kemenangan bersejarah 2-1 atas Argentina yang dipimpin Lionel Messi pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Filosofi Taktik dan Kepemimpinan
Herve Renard dikenal sebagai pelatih yang sangat menekankan pada kedisiplinan taktis, kekuatan fisik, dan mentalitas pemenang. Ia sering menggunakan formasi yang fleksibel, namun selalu mengutamakan transisi cepat dan pertahanan yang solid.
Salah satu keunggulan utama Renard adalah kemampuannya memotivasi pemain. Video pidato ruang gantinya saat melawan Argentina menjadi viral, menunjukkan betapa ia mampu membakar semangat pemainnya untuk melampaui batas kemampuan mereka. Karakter inilah yang sangat dibutuhkan oleh Tunisia, yang saat ini sedang dalam masa transisi skuad.
| Gelar AFCON | 2 (Zambia 2012, Pantai Gading 2015) |
| Partisipasi Piala Dunia | 2 (Maroko 2018, Arab Saudi 2022) |
| Gaya Bermain | High-pressing, disiplin posisi, transisi cepat |
Menangani Tunisia memberikan tantangan baru bagi Renard. Publik Tunisia menuntut timnas mereka tidak hanya sekadar berpartisipasi di Piala Afrika atau Piala Dunia, tetapi juga mampu bersaing memperebutkan gelar juara. Dengan pengalamannya yang luas di negara-negara Arab, Renard diharapkan tidak akan kesulitan beradaptasi dengan budaya dan ekspektasi tinggi di Tunisia. (E-4)
