
KAMPANYE Piala Dunia tim nasional Korea Selatan tengah diguncang krisis internal yang luar biasa. Namun, badai kali ini bukan datang dari performa buruk di lapangan, melainkan akibat “perang dingin” yang pecah antara skuad Taeguk Warriors dengan korps pers negara mereka sendiri. Sebagai bentuk solidaritas terhadap sang kapten, Son Heung-min, para pemain kini memberlakukan aksi boikot media secara total.
Ketegangan ini mencapai puncaknya di markas latihan tim yang berlokasi di Guadalajara, Meksiko. Pemicunya adalah insiden hot microphone yang memalukan saat sesi latihan terbuka.
Sejumlah jurnalis Korea Selatan tertangkap kamera mengeluarkan komentar menghina dan mengejek Son Heung-min terkait status pembebasan wajib militernya.
Kronologi Penghinaan terhadap Sang Kapten
Insiden bermula saat bintang Tottenham Hotspur tersebut sedang menjalani latihan fisik terpisah dari grup utama. Tanpa menyadari mikrofon masih menyala, para jurnalis terdengar mencemooh masa pelatihan dasar militer Son yang hanya berlangsung tiga minggu.
“Dia bahkan tidak menjalani wajib militer dengan benar,” ujar salah satu reporter dalam rekaman yang kemudian bocor ke media sosial dan memicu kemarahan global.
Padahal, secara hukum, Son Heung-min telah mendapatkan pengecualian wajib militer selama 21 bulan setelah sukses membawa Korea Selatan meraih medali emas di Asian Games 2018. Ia pun telah menuntaskan pelatihan dasar bersama Korps Marinir pada tahun 2020 dengan predikat terbaik.
Dampak Nyata Boikot Media:
- Son Heung-min menolak semua permintaan wawancara di mixed zone pasca kemenangan melawan Republik Ceko.
- Pembatalan mendadak sesi wawancara eksklusif Hwang In-beom pada Minggu (14/6).
- KFA memerintahkan penarikan artikel wawancara Lee Dong-gyeong dari salah satu surat kabar nasional.
- Sekretaris korps pers Piala Dunia Korea Selatan resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Reaksi Keras KFA dan Solidaritas Tim
Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengambil langkah ekstrem dengan memberikan teguran publik kepada media mereka sendiri. KFA menyatakan penyesalan mendalam atas penggunaan bahasa yang tidak pantas dan tidak hormat, yang dianggap telah memberikan guncangan mental bagi seluruh anggota tim.
Ketegangan ini bahkan menjadi sorotan media internasional. Jurnalis ESPN Meksiko, Jesus Bernal, melaporkan bahwa petugas media KFA sempat mengusir jurnalis asing dari ruang konferensi di fasilitas latihan Chivas.
Hal itu dilakukan hanya untuk memberikan “kuliah” keras dan teguran tertutup kepada para jurnalis Korea Selatan yang tersisa.
| Detail Pertandingan Terakhir | Hasil |
|---|---|
| Lawan | Republik Ceko |
| Skor Akhir | 2-1 (Menang) |
| Pencetak Gol | Hwang In-beom, Oh Hyeon-gyu |
| Lokasi | Guadalajara, Meksiko |
Mentalitas “Terkepung” yang Justru Menguatkan Skuad
Menariknya, konflik panas dengan media domestik ini justru menyatukan skuad di bawah asuhan pelatih Hong Myung-bo. Moral tim dilaporkan berada di titik tertinggi berkat munculnya “mentalitas terkepung” (siege mentality), perasaan bahwa mereka hanya memiliki satu sama lain untuk berjuang.
Aksi solidaritas terlihat nyata saat striker Oh Hyeon-gyu melakukan sujud 90 derajat di depan Son Heung-min setelah mencetak gol kemenangan melawan Ceko. Gestur ini dianggap sebagai bentuk penghormatan mutlak kepada sang kapten yang sedang disudutkan.
Di luar lapangan, keharmonisan tim tetap terjaga. Son bahkan sempat terlihat mentraktir rekan-rekannya, termasuk kiper Kim Seung-gyu, makan malam taco di pusat kota Guadalajara. Kini, Korea Selatan bersiap menghadapi tantangan berat melawan tuan rumah Meksiko pada 19 Juni mendatang. Mereka bertekad membuktikan bahwa Taeguk Warriors bisa melangkah jauh di Piala Dunia, meski harus berjuang tanpa dukungan media dari negara sendiri. (Football AsianZ-10)
