PELUIT panjang yang bergema di Stadion Atlanta, Senin (15/6) malam WIB bukan sekadar tanda berakhirnya pertandingan, melainkan lonceng sejarah bagi negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika. Timnas Tanjung Hijau sukses menahan imbang raksasa Eropa sekaligus favorit juara, timnas Spanyol, dengan skor kacamata 0-0 dalam laga debut mereka di Piala Dunia.


Pusat perhatian dunia tertuju pada satu sosok di bawah mistar gawang: Vozinha. Kiper veteran berusia 40 tahun itu tertangkap kamera tak kuasa membendung air mata sesaat setelah laga usai. Air mata itu adalah muara dari perjuangan panjang seorang pemain yang baru memulai karier profesionalnya di usia 25 tahun.


Rekor Sejarah di Usia Senja


Vozinha, yang memiliki nama asli Josimar Dias, mencatatkan namanya dalam buku rekor FIFA. Di usia 40 tahun 12 hari, ia menjadi pemain tertua yang tampil dalam pertandingan debut suatu negara di Piala Dunia, melampaui rekor Eloy Room (Curacao). Dalam sejarah turnamen, hanya Essam El Hadary (Mesir) yang tercatat lebih tua saat melakoni debut Piala Dunia.


Penampilannya melawan La Roja sangat fenomenal. Spanyol membombardir pertahanan Tanjung Hijau sepanjang 90 menit, namun Vozinha berdiri kokoh dengan melakukan tujuh penyelamatan krusial. Statistik ini menempatkannya sejajar dengan legenda Irlandia Utara, Pat Jennings, sebagai kiper di atas 40 tahun dengan penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia.


Statistik Kunci Pertandingan:

  • Skor Akhir: Tanjung Hijau 0-0 Spanyol
  • Penyelamatan Vozinha: 7 Kali
  • Lokasi: Stadion Atlanta
  • Status: Debut Tanjung Hijau di Piala Dunia


Dedikasi untuk Keluarga dan Bangsa


Pascapertandingan, Vozinha dinobatkan sebagai Player of the Match. Dalam sesi wawancara yang emosional, ia mengungkapkan bahwa air matanya didedikasikan untuk mendiang kakek dan neneknya, serta ibunya yang tidak bisa hadir di stadion karena kendala biaya visa.


“Saya menangis karena saya tumbuh bersama kakek-nenek saya. Sayangnya mereka tidak ada di sini. Mereka adalah segalanya bagi hidup saya,” ujar kiper yang kini membela klub kasta kedua Portugal, Chaves tersebut. “Senjata terbaik kami adalah persatuan. Kami di sini bukan hanya untuk menikmati Piala Dunia, tapi untuk bertarung demi negara kami.”


Kisah Vozinha juga menjadi fenomena di jagat maya. Pengikutnya di Instagram melonjak drastis dari 50.000 menjadi lebih dari 1,5 juta setelah kanal YouTube Brasil, CazeTV, mengajak penonton untuk memberikan apresiasi kepada sang kiper.


Pujian dari Legenda


Mantan pemain sayap Skotlandia, Pat Nevin, memuji konsentrasi luar biasa yang ditunjukkan Tanjung Hijau. “Dia (Vozinha) tampil brilian di usia 40 tahun. Tanjung Verde menghabiskan sebagian besar waktu di kotak penalti sendiri, dan untuk menjaga level konsentrasi seperti itu, Anda hanya bisa melakukannya jika Anda adalah sebuah tim yang solid,” ujarnya kepada 5 Live.


Tanjung hijau, negara dengan penduduk hanya sekitar setengah juta jiwa, kini telah memenangkan hati para pecinta sepak bola netral. Hasil imbang melawan juara Eropa ini membuktikan bahwa di panggung Piala Dunia, semangat dan persatuan mampu meruntuhkan tembok kemustahilan. (bbc/Z-1)









Kategori Detail
Nama Lengkap Josimar Dias (Vozinha)
Usia Debut 40 Tahun 12 Hari
Klub Saat Ini Chaves (Portugal)
Asal Kota Mindelo, Tanjung Hijau



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *