
DAERAH lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mulai dilanda kekeringan akibat kemarau. Untuk mengatasi kekeringan, BPBD Klaten tahun ini menyiapkan bantuan air bersih 1.000 tangki.
Hal itu diungkapkan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kepada wartawan di halaman Pendapa Pemerintah Kabupaten Klaten usai melepas bantuan air bersih ke daerah kekeringan di kawasan lereng Gunung Merapi, Senin (15/6).
Pelaksanaan perdana droping air bersih ke wilayah Kecamatan Kemalang, adalah untuk memenuhi permintaan warga masyarakat Desa Tlogowatu, Tegalmulyo, dan Kendalsari. Bantuan air bersih hari ini untuk tiga desa itu total 15 tangki.
Sedangkan untuk desa lainnya yang berpotensi kekeringan di musim kemarau ini, seperti Desa Sidorejo juga telah mengajukan permintaan droping air bersih. Permintaan bantuan ini akan kita penuhi pada kegiatan droping berikutnya.
“Jadi, pelaksanaan droping air bersih ke kawasan lereng Gunung Merapi berdasarkan permintaan. Untuk itu, BPBD Klaten tahun ini menyiapkan bantuan air bersih 1.000 tangki dengan anggaran sekitar Rp500 juta dari APBD 2026,” jelasnya.
Terkait solusi permanen untuk mengatasi kekeringan di daerah lereng gunung tersebut, yaitu dengan membuat sumur dalam pun telah diusulkan dan dilaksanakan. Namun, gagal karena air yang diharapkan keluar dari sumur itu tidak muncul.
“Kegiatan droping air bersih BPBD Klaten, yang tahun ini ditarget 1.000 tangki diharapkan berjalan lancar dan bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga masyarakat yang bermukim di kawasan lereng Gunung Merapi,” kata Bupati Klaten.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menambahkan menjelang musim kemarau ini tim reaksi cepat (TRC) telah melakukan asesment potensi kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Klaten, seperti di Kecamatan Kemalang, Jatinom, dan Karangnongko.
“Nah, untuk awal droping air bersih ini kita fokuskan di Kemalang. Karena, daerah itu sudah mengajukan permintaan, yaitu dari Desa Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Kendalsari. Untuk hari ini, kegiatan droping ke tiga desa itu total 15 tangki,” ujarnya. (E-2)
