
BADAN Usaha Milik Desa (BUM-Des) tumbuh subur di Kabupaten Sumedang. Dari total 270 desa, saat ini tercatat sudah ada 258 BUM-Des di 258 desa. Tahun ini, seluruh desa ditargetkan sudah memiliki BUM-Des
Pembinaan terhadap BUM-Des terus dilakukan. Yang terbaru, Pemkab memberikan Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes melalui Program BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat peran (BUMDes) sebagai motor penggerak perekonomian desa yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi desa.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat bermakna dan bermanfaat. Keberadaan BUMDes memiliki potensi yang sangat besar. Namun pertanyaannya, sejauh mana potensi yang dimiliki dapat diubah menjadi produktivitas, dan bagaimana sumber daya yang ada di desa mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
BUMDes, tandasnya, harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus garda terdepan dalam menggerakkan roda perekonomian desa.
“BUMDes harus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi desa. BUMDes juga harus menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai potensi yang dimiliki desa seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata harus dioptimalkan dan dikelola secara profesional agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Potensi dan sumber daya alam yang ada di desa harus diaktualisasikan menjadi produktivitas yang bernilai tambah. Dengan begitu, cita-cita BUMDes untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, menciptakan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga dapat benar-benar terwujud,” tuturnya.
Bupati juga berharap kegiatan pendampingan tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi dan perencanaan semata, melainkan mampu menghasilkan langkah konkret yang dapat diimplementasikan oleh setiap BUMDes.
Sebagai langkah percepatan, Bupati mendorong lahirnya BUMDes-BUMDes unggulan yang dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya.
