
RASA gembira luar biasa tengah menyelimuti publik Skotlandia. Melalui gol tunggal Jhon McGinn, Skotlandia sukses menumbangkan Haiti dengan skor tipis 1-0 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026. Hasil ini menjadi kemenangan pertama bagi Skotlandia di turnamen major dalam tiga dekade terakhir, sekaligus menghapus memori kelam generasi penggemar yang selama ini hanya merasakan kekecewaan.
Dalam pertandingan pertama mereka di Piala Dunia sejak tahun 1998 tersebut, McGinn hadir sebagai pemecah kebuntuan pada babak pertama. Sepakan pemain Aston Villa ini sempat berbelok arah setelah mengenai pemain lawan sebelum akhirnya melewati kiper Haiti, Johny Placide, dan bersarang di dalam gawang.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan dalam dua penampilan di Euro selama lima tahun terakhir, hasil ini menjadi momen emosional bagi McGinn. Ia mengaku sangat bahagia melihat generasi muda Skotlandia kini bisa bangga mengenakan jersi negara mereka.
“Kita telah melewati banyak kepedihan sebagai sebuah negara,” ujarnya kepada BBC Sport. “Generasi suporter belum pernah melihat ini.”
“Rasa bangga di wajah saya pagi ini, melihat semua anak-anak pergi ke taman dengan seragam Skotlandia, melukis wajah mereka. Semoga ketika anak-anak bangun besok mereka akan berseri-seri dengan rasa bangga, karena saya pun demikian. Kemenangan yang luar biasa, dan ini mempersiapkan kami untuk hari Jumat [melawan Maroko].”
Laga perdana melawan Haiti yang berperingkat 83 dunia ini sejak awal memang dinilai sebagai harga mati bagi Skotlandia. Pasalnya, dua pesaing lain di Grup C adalah Brasil dan Maroko yang bertengger di peringkat 10 besar dunia.
Meski di atas kertas tidak diunggulkan, Haiti memberikan perlawanan yang sangat sengit hingga menit-menit akhir. Beruntung, lini pertahanan Skotlandia tampil solid di bawah tekanan, hingga manajer Steve Clarke memuji barisan belakangnya tampil “luar biasa”.
Berkat kemenangan ini, Skotlandia sementara memimpin klasemen Grup C, menyusul hasil imbang antara Brasil dan Maroko pada laga sebelumnya.
Pelatih Steve Clarke pun tidak bisa menyembunyikan rasa leganya atas pencapaian anak asuhnya.
“Baru saja berkata kepada Andy Robertson di sana, sudah saatnya kita memenangkan pertandingan di fase grup. Semua orang bilang wajib menang. Kami memenangkan pertandingan tersebut,” kata Clarke.
“Itulah arti tim ini sebenarnya. Mereka bisa bermain, tetapi jika mereka harus bertahan habis-habisan, mereka juga melakukannya. Pertahanan yang luar biasa. Kami bisa saja sedikit lebih baik dalam penguasaan bola, tetapi siapa yang peduli; kami menang.” (The Independent/Z-2)
