Hujan Diperkirakan akan Terus Mengguyur Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah Hingga Senin (15/6)
Warga masih harus berjuang menghadapi banjir saat melintas di Pantura Semarang-Demak saat air laut pasang datang.(MI/Akhmad Safuan)

CURAH hujan ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur Jawa Tengah Minggu (14/6) sore hingga Senin (15/6) pagi dan berpotensi disusul banjir air laut pasang (rob) di sejumlah daerah di Pantura. Warga diminta waspada, terutama yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai, karena kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Sejumlah daerah di Jawa Tengah sudah diguyur hujan sejak Minggu (14/6) sore. Hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah memasuki awal malam Minggu (14/6) hingga Senin (15/6) pagi, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura, dan Jawa Tengah bagian tengah.

Gelombang tinggi di perairan tetap stabil, namun air laut pasang kembali datang di perairan utara Jawa Tengah pada pukul 07.00-12.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter. Oleh karena itu, warga di sejumlah daerah Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang diminta waspada dan siaga.

“Waspadai hujan ringan-sedang yang berpeluang mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Senin (15/6) pagi, terutama bagi warga yang berada di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Agus Triyono, Minggu (14/6) petang.

Daerah di Jawa Tengah yang berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, ungkap Agus Triyono, yakni Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Sragen, Brebes, Tegal, Bumiayu, dan Majenang. Sementara itu, sebagian besar daerah lainnya berpotensi mengalami hujan ringan dan sebagian tetap berawan.

“Angin bertiup dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam, suhu 14-30 derajat Celsius, dan kelembapan 75-95 persen,” tambahnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, mengatakan selain masih diguyur hujan, air laut pasang juga kembali berlangsung di perairan utara Jawa Tengah pada Senin (15/6) pagi sehingga berpotensi menyebabkan banjir di daerah Pantura.

“Waspada dan tetap siaga bagi warga di sejumlah daerah Pantura,” ujarnya.

Banjir akibat rob ini, menurut Retna Swasti Karini, selain mengakibatkan puluhan desa di kawasan pesisir terendam banjir, juga akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan usaha petani garam. (AS/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *