Wabah Ebola di Kongo Meluas, 689 Kasus dan 139 Orang Meninggal
Kementerian Kesehatan Kongo menetapkan wabah Ebola sebagai kejadian luar biasa pada 15 Mei. Ini merupakan wabah Ebola ke-17 yang tercatat di negara tersebut sejak virus pertama kali diidentifikasi pada 1976.(Getty Images)

JUMLAH kasus terkonfirmasi Ebola di Kongo meningkat menjadi 689 kasus dengan 139 kematian, menurut laporan situasi terbaru yang dirilis otoritas kesehatan negara itu pada Jumat (12/6), seperti dikutip Xinhua, Sabtu. 

Laporan tersebut mencatat 17 kasus baru terkonfirmasi, termasuk lima kematian, yang seluruhnya ditemukan di Provinsi Ituri, wilayah timur Kongo yang menjadi pusat penyebaran wabah saat ini.

Wabah yang disebabkan oleh varian Bundibugyo dari virus Ebola itu telah menyebar ke 29 zona kesehatan di tiga provinsi timur, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Selain kasus terkonfirmasi, otoritas kesehatan juga melaporkan 168 kasus suspek, termasuk 64 kematian hingga Kamis (11/6) lalu waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Kongo sebelumnya menetapkan wabah ini sebagai kejadian luar biasa pada 15 Mei lalu. Ini merupakan wabah Ebola ke-17 yang tercatat di negara tersebut sejak virus itu pertama kali diidentifikasi pada 1976.

Kendala Penanganan

Laporan situasi juga menyoroti sejumlah hambatan dalam upaya pengendalian wabah. Beberapa di antaranya adalah penolakan sebagian masyarakat terhadap pengambilan sampel pascakematian, keterbatasan kapasitas pusat perawatan Ebola, serta kekurangan perlengkapan pencegahan dan pengendalian infeksi di wilayah Kivu Utara.

Selain itu, sistem pelaporan dini di tiga provinsi terdampak dinilai masih lemah sehingga berpotensi menghambat deteksi dan penanganan kasus baru.

Otoritas kesehatan juga mengungkap adanya kekurangan pendanaan sebesar US$21,5 juta atau sekitar Rp384,70 miliar untuk mendukung respons darurat terhadap wabah.

Sementara itu, laporan yang dirilis Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) pada Kamis menyebutkan dua kematian akibat Ebola terjadi di sebuah kamp pengungsi internal di Provinsi Ituri.

Otoritas kesehatan Kongo terus meningkatkan pengawasan, pelacakan kontak, dan kapasitas perawatan guna menekan penyebaran penyakit yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi tersebut. (B-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *