HUT ke-67 Menwa Mahawarman: Menjaga Api Sejarah, Merawat Semangat Pengabdian
Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih memimpin upacara peringatan HUT ke-67 Menwa Mahawarwan di Bandung(ISTIMEWA)

RESIMEN Mahasiswa (Menwa) Mahawarman diingatkan untuk tidak boleh hanya bangga dengan sejarah besar yang mereka miliki.

“Tantangan generasi saat ini menuntut Menwa untuk terus beradaptasi, memperkuat kaderisasi, dan menjadi teladan nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara,” ungkap Panglima Kodam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-67 Menwa Mahawarman, di Lapangan Kijang Cakti, Kota Bandung.

Peringatan HUT Menwa Mahawarman menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Dalam acara itu, para senior, alumni, dan anggota aktif Menwa Mahawarman berkumpul mengenang sejarah. Mereka juga menatap masa depan organisasi yang telah berusia 67 tahun.

Peringatan HUT ke-67 Menwa Mahawarman tahun ini terasa istimewa. Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir langsung dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kehadirannya menjadi simbol bahwa Menwa Mahawarman masih memiliki posisi penting dalam perjalanan pembinaan karakter, kepemimpinan, dan semangat bela negara di kalangan mahasiswa.

Silaturahmi besar keluarga Mahawarman juga terjadi dalam ajang ini. Sejumlah senior dari berbagai angkatan hadir dan kembali dipertemukan oleh ikatan yang sama: kecintaan terhadap almamater Menwa Mahawarman.

Di antara para senior ialah Prof Budiono serta Prof Dadang Rahmat Hidayat, Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Mahasiswa Mahawarman.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Mahawarman tidak hanya mencetak kader yang tangguh di lapangan, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh yang berkiprah dan memberi warna di berbagai bidang kehidupan.

Hal itu sejalan dengan sejarah panjang Mahawarman yang bukan sekadar organisasi kemahasiswaan biasa.


Lahir di Bandung


Dari Bandung, cikal bakal Resimen Mahasiswa Indonesia lahir dan berkembang ke berbagai perguruan tinggi di seluruh Nusantara. Karena itu, bagi banyak anggotanya, Mahawarman bukan hanya tempat berlatih disiplin dan kepemimpinan, tetapi juga rumah besar yang membentuk karakter dan jiwa pengabdian.

Pada peringatan HUT ke-67 ini, Menwa Mahawarman memilih merayakan usia organisasinya dengan cara yang lebih bermakna. Selain upacara, mereka menyalurkan bantuan sosial ke sejumlah pesantren dan yayasan sosial di Bandung dan sekitarnya. Beras, bahan pangan, dan kebutuhan pokok lainnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud nyata semangat pengabdian.

Komandan Menwa Mahawarman, Ali Budiman, menegaskan bahwa usia ke-67 harus menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Sebagai organisasi yang menjadi cikal bakal lahirnya Resimen Mahasiswa di Indonesia, Mahawarman memiliki tanggung jawab untuk terus menjadi pelopor, tidak hanya dalam semangat bela negara, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

“Enam puluh tujuh tahun bukanlah usia yang singkat. Banyak generasi telah datang dan pergi, namun satu hal yang tetap terjaga adalah semangat pengabdian yang diwariskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya,” jelasnya.

Itulah yang membuat Mahawarman tetap hidup hingga hari ini. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, HUT ke-67 Menwa Mahawarman menjadi pengingat bahwa organisasi ini tidak hanya sedang merayakan usia.

Mahawarman sedang merawat api sejarah yang telah menyala sejak puluhan tahun lalu, agar terus menerangi jalan pengabdian bagi generasi-generasi berikutnya.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *