
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan Selecao memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing dengan tim mana pun di Piala Dunia 2026. Keyakinan itu menjadi modal penting bagi juara dunia lima kali tersebut yang tengah memburu trofi pertama mereka sejak 2002.
Laga Brasil vs Maroko pada pertandingan pembuka Grup C di New Jersey, Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB, akan menjadi debut Ancelotti sebagai pelatih Brasil di putaran final Piala Dunia. Setelah meraih lima gelar Liga Champions di level klub, juru taktik asal Italia itu kini menghadapi tantangan baru bersama negara yang identik dengan sepak bola.
“Ini pengalaman dan tanggung jawab baru untuk mewakili negara sepak bola. Bagi saya, momen ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam karier,” ucap Ancelotti.
Pelatih berusia 67 tahun itu menilai skuad Brasil saat ini memiliki kombinasi kualitas, pengalaman, dan kepercayaan diri yang cukup untuk menantang siapa pun.
“Kami memiliki tim yang bisa bersaing dengan semua tim di dunia. Kami yakin akan hal itu. Skuad ini punya kualitas, pengalaman, dan keyakinan penuh untuk menghadapi siapa saja,” katanya.
Optimisme Ancelotti muncul meski perjalanan Brasil menuju Piala Dunia tidak sepenuhnya mulus. Mereka menutup kualifikasi zona Amerika Selatan di posisi kelima setelah menelan enam kekalahan dari 18 pertandingan. Brasil juga datang ke Amerika Serikat tanpa dua penyerang muda, Rodrygo dan Estevao, yang masih dibekap cedera.
Sementara itu, Neymar dipastikan absen pada laga pembuka akibat cedera betis kanan yang dialaminya pada pertengahan Mei. Menurut Ancelotti, Neymar dipanggil bukan hanya karena kualitasnya di lapangan, tetapi juga karena pengalaman yang dapat dibagikan kepada para pemain muda.
“Neymar bekerja sangat keras untuk pulih secepat mungkin. Kami membawanya karena kemampuan sepak bolanya tidak perlu diragukan, sekaligus karena pengalaman dan teladan yang bisa diberikan kepada pemain muda,” ujar mantan pelatih Real Madrid itu.
Dengan absennya Neymar, sorotan akan tertuju kepada Vinicius Junior. Penyerang Real Madrid tersebut siap menjadi motor serangan Brasil bersama Raphinha, Marquinhos, dan Casemiro.
Vinicius menegaskan ambisinya untuk membawa Brasil kembali ke puncak dunia.
“Saya datang untuk mengembalikan Brasil ke tempat tertinggi. Saya memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan Piala Dunia sebelumnya dan ingin menjalani turnamen yang luar biasa,” kata Vinicius.
“Kami datang untuk menjadi juara. Kami berada di level tim-tim besar dunia. Kami punya pemain hebat dan berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Di Piala Dunia semuanya dimulai dari nol. Kami datang ke sini untuk mengubah sejarah,” lanjutnya.
Di sisi lain, Timnas Maroko tidak gentar. Mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola dunia dalam beberapa tahun terakhir. Tim asal Afrika Utara itu mencuri perhatian saat menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menganggap duel kontra Brasil sebagai ujian ideal untuk mengukur kekuatan timnya. Dia meminta anak asuhnya tetap percaya diri tanpa kehilangan rasa hormat kepada lawan.
“Pertandingan ini akan menunjukkan posisi kami saat ini. Saya pikir kami berada dalam kondisi yang baik untuk memulai kompetisi,” ujar Ouahbi.
“Kami tidak boleh takut kepada Brasil, tetapi harus sangat menghormati mereka. Banyak orang mengatakan ini bukan Brasil seperti dulu, tetapi mereka tetaplah Brasil,” tegasnya.
Selain Brasil dan Maroko, Grup C juga dihuni Scotland dan Haiti. Pertandingan pembuka diprediksi menjadi penentu awal dalam persaingan menuju babak gugur World Cup 2026. (E-3)
